Gaji Kurang

Jika Gaji UMK Masih Belum Cukup, Berarti Anda Perlu Ini

Pemerintah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) telah melalui berbagai pertimbangan dan masukan dari berbagai kalangan.

Yang lebih penting lagi adalah, penetapan nilai UMK sudah didasari oleh Kebutuhan Hidup Layak (KHL) masyarakat di Kabupaten/Kota tersebut. Seharusnya, dengan nilai UMK yang telah ditetapkan ini kebutuhan masyarakat sudah cukup. Gaji yang diberikan sudah pas dengan kebutuhan satu bulan.

Tapi, pada kenyataannya masih banyak yang mengeluh jika UMK masih kurang. Padahal kadang gaji sudah ditambah dengan tunjangan-tunjangan lain yang didapatkan dari perusahaan. Berarti jika masih kurang apa yang salah? Apakah memang harus dinaikan lagi UMK nya?

Tunggu dulu, sebelum meminta lebih baik Anda intropeksi diri terlebih dahulu dan Anda perlu melakukan hal ini :

#1 Rekap Semua Kebutuhan Satu Bulan

Anda mungkin menerapkan besar pasak daripada tiang. Sebaiknya Anda mulai merekap kebutuhan satu bulan baik kebutuhan Anda sendiri maupun keluarga, jika sudah berkeluarga. Setelah itu pisahkan mana yang merupakan kebutuhan pokok/penting dengan yang hanya sekedar kebutuhan biasa. Misalnya, biaya listrik, biaya konsumsi, biaya air, itu semua termasuk kebutuhan pokok.

Sedangkan kebutuhan biasa misalnya biaya pulsa, pembelian makanan ringan, beli buku, nonton film, dll.

#2 Hilangkan Kebutuhan Tidak Penting

Setelah direkap dan dikelompokan, silahkan Anda pilih kebutuhan yang tidak terlalu penting. Dan segera hilangkan dari list agar bulan depan tidak dikeluarkan lagi untuk kebutuhan ini. Kalau pun itu juga penting, coba turunkan budgetnya. Dengan menurunkan budget Anda bisa lebih berhemat.

Tapi kadang jika ditanyakan ada tidak kebutuhan yang tidak penting? Mayoritas menjawab semuanya penting.

Dalam memilih ini, silahkan kesampingkan ego Anda terlebih dahulu. Ego akan membuat segalanya menjadi penting semua. Sehingga apa-apa yang dibelinya.

#3 Jangan Membeli Barang Dengan Cara Kredit

Jika Anda ingin membeli sebuah barang, jangan pernah membelinya dengan cara kredit atau hutang. Ini khusus buat Anda yang merasa gaji UMK tidak cukup lho ya. Tapi ya memang sebaiknya beli barang dengan cara kredit dihindari saja. Sistem kredit akan membebani Anda dibulan-bulan berikutnya. Sehingga jika dibulan depannya ternyata ada kebutuhan lain yang datang mendesak, Anda akan merasa gaji tidak cukup. Padahal itu semua atas perbuatan Anda.

Lebih baik coba tabung sedikit demi sedikit terlebih dahulu, agar nanti Anda tak terbebani masalah hutang.

#4 Kurangi Beli Makanan Yang Mewah

Karena gengsi kadang ingin membeli makanan yang mewah-mewah. Makanan yang mewah biasanya harganya juga wah. Yang fatal adalah Anda tidak menyadarinya. Karena dari awal memang sudah suka beli makan makanan mewah. Sehingga seakan ini sudah biasa, padahal itu luar biasa.

Cobalah untuk konsumsi makanan yang murah saja. Kalau sudah berkeluarga ya ajak istri untuk menyajikan makanan yang sederhana.

#5 Belajarlah Untuk Berhemat

Mulailah untuk berhemat dari apapun itu. Misalnya saja untuk listrik, jika siang tidak perlu menghidupkan lampu, kalau tidur juga matikan lampu. Dengan berhemat secara tidak langsung pengeluaran Anda juga akan sedikit berkurang. Dan Anda akan memiliki dana lebih. Kalau punya dana lebih jangan langsung buat beli sesuatu, lebih baik ditabung untuk kebutuhan mendesak.

#6 Jalankan Bisnis Sampingan

Jika memang Anda tak bisa mengurangi pengeluaran karena memang itu penting semua. Maka solusi cerdasnya adalah menjalankan bisnis sampingan. Banyak sekali bisnis sampingan yang bisa dilakukan seorang pegawai dan bisa juga memanfaatkan istri di rumah untuk membantu mencari penghasilan tambahan dari bisnis sampingan.

Intinya cobalah untuk mengelola secara mandiri terlebih dahulu. Jangan terlalu bergantung pada Pemerintah. Di Pemerintah dengan sistem birokrasi yang njlimet justru akan membuat Anda frustasi jika hanya berharap Pemerintah segera menaikan UMK. Lagi pula menaikan UMK itu tiap awal tahun, Anda tidak mungkin harus menunggu hingga awal tahun sementara kebutuhan Anda tiap bulan semakin besar.

Ayo mencoba mandiri di atas kaki sendiri. 🙂

S Adi Firmansyah

S Adi Firmansyah

Creative Blogger. Ingin sharing pengalaman profesi kerja kamu? Bisa dikirimkan sekarang juga di sini Kirim Artikel Sekarang!

Website - - Twitter - Facebook - LinkedIn - IG

You may also like...