Awas! Punya Gaji Besar Saat Masih Muda itu Berbahaya

Siapa sih yang tidak ingin punya gaji besar? Pasti semua pegawai suka dong. Munafik lah kalau ada yang bilang tidak ingin. Apalagi gaji besar yang kita dapatkan sesuai dengan kerja keras kita di perusahaan. Itu akan semakin membuat kita semangat dalam bekerja. Karena apa yang kita kerjakan berarti dilihat oleh perusahaan. Tetapi ketika kita mendapatkan gaji besar saat masih muda (di bawah 30 tahun), itu sebenarnya berbahaya.

Tidak semua fresh graduate langsung bisa mendapatkan posisi pekerjaan dan gaji yang bagus. Tapi semua itu bisa berproses yang pada akhirnya membuat dirinya menjadi lebih baik di perusahaan dan mendapatkan ‘imbalan’ sesuai kinerja yang telah dilakukan.

Ketika kita masih muda, belum menikah, belum punya keluarga dan masih bebas kesana kemari, itu justru tantangan terbesar ketika kita bisa mendapatkan gaji yang besar. Karena di usia ini jiwa muda masih sangat tinggi. Keinginan untuk merasa ‘punya’ masih tinggi. Hingga akhirnya sangat mudah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang kadang bisa ditunda atau tidak perlu.

Mengapa kok mudah keluar uang? Ya karena merasa untuk mendapatkan uang yang besar juga mudah, gajinya sudah tinggi sehingga tidak khawatir untuk keluar uang yang banyak. Padahal jika hal seperti ini terus dilakukan, akan bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri.

Masih Muda Gaji Besar

Justru, ketika masih muda dan bisa mendapatkan gaji besar, harus bisa melakukan hal-hal yang bisa membuatnya lebih tenang di masa yang akan datang. Apa saja itu? Ini beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Siapkan Investasi untuk Masa Depan

Ketika masih muda dan sudah punya gaji yang tinggi, ini kesempatan untuk kita bisa mempersiapkan masa depan khususnya dalam hal kebebasan finansial. Apalagi jika kamu termasuk pegawai swasta yang ketika tidak bekerja maka tidak akan ada lagi pemasukan.

Sisihnya sekian persen dari penghasilan yang didapatkan untuk diinvestasikan 10 tahun mendatang. Ya bisa buat dana pensiun, atau lainnya.

Kita bisa belajar dari Raditya Dika, seorang Penulis & Stand Up Comedy yang berhasil mempersiapkan dana pensiuan di usia kurang dari 40 tahun. Ini karena sewaktu masih usia 20 an, dia selalu menyisihkan penghasilannya untuk investasi. Sehingga saat ini dia sudah bisa pensiun dini dan tidak perlu khawatir akan penghasilan yang didapatkan.

2. Menyiapkan Dana Kebutuhan Primer

Ketika masih muda, biasanya masih ikut orang tua atau paling tidak ya kost/sewa rumah sendiri saat kerja di luar daerah. Pastinya di masa yang akan datang ketika nanti sudah menikah dan berkeluarga, akan membutuhkan rumah. Dan saat ini harga rumah pun terus naik dan tidak murah.

Untuk itu ada baiknya ketika masih muda tapi sudah punya gaji besar, sisihkan juga untuk dana properti. Di mana ini merupakan kebutuhan primer.

3. Siapkan Dana untuk Menikah

Beruntung untuk kamu yang masih single tapi sudah punya posisi pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi. Dan kamu juga harus mulai mempersiapkan dana untuk menikah. Ya meskipun menikah itu tidak harus pakai dana yang besar, dan bisa sederhana. Tapi ya tetap saja butuh dana. Meskipun kamu masih punya orang tua dan mereka juga akan membantumu, tetapi akan lebih baik jika kamu bisa menggunakan uang sendiri.

Masa iya mau membebani orang tua terus?

4. Siapkan Dana Darurat

Kamu juga harus menyisihkan sekian persen dari penghasilanmu untuk dana darurat. Dana darurat ini jangan sampai kamu otak-atik ketika memang tidak kepepet untuk di keluarkan. Ya namanya juga dana darurat. Jangan sampai deh ketika kamu punya dana yang banyak, kamu malah berhutang. Masih muda kok banyak utang. hehehe.

Baca juga : 4 Ilmu Finansial yang Wajib Dimiliki Semua Orang


Jadi ketika masih muda itu justru kita harus bisa menahan nafsu untuk mengikuti gaya hidup. Apalagi jika kita berada di lingkungan orang-orang yang sangat mementingkan gaya hidup. Harus ekstra tahan godaan. Ya yang paling baik adalah jauhi yang seperti itu, supaya kita tidak ketarik ke gaya hidup yang tidak sesuai dengan kita.

Intinya adalah jangan gaji besar di masa muda untuk foya-foya dan konsumsi yang tidak perlu. Batasi diri dan siapkan masa depan kita masing-masing. Tidak perlu ikut-ikutan orang, yang penting kita bisa mempersiapkan masa depan kita sejak hari ini dengan baik. Toh kita juga yang akan merasakannya sendiri. Kalau hari ini masih gengsi dan mengikuti gaya hidup orang lain, ya kita akan susah sendiri kalau nanti di masa depan penghasilan tidak seperti sekarang.

Karena bagaimana pun juga bekerja di swasta tidak selamanya menyenangkan.

Baca Artikel Lainnya :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.