Home » RuangPegawai Talk! » Sharing Pengalaman Helen Manurung Sebagai ‘Reporter & Creative’ di Kompas TV

Sharing Pengalaman Helen Manurung Sebagai ‘Reporter & Creative’ di Kompas TV

Helen Manurung

RUANGPEGAWAI.com – Kata orang kerja di dunia broadcasting itu enak, karena tiap hari ada saja hal baru dan tantangan yang membuat diri menjadi lebih berkembang. Tapi apakah itu benar? Mending coba kita simak pengalaman dari seorang perempuan yang saat ini tengah bekerja di sebuah media televisi swasta. Dia adalah Helen Manurung.

Helen Manurung, perempuan yang saat ini berdomisili di Jakarta dan dulunya pernah mengeyam pendidikan di Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta dengan jenjang Diploma 4.

Dari latar belakang pendidikannya itu, Helen akhirnya bisa bekerja di stasiun televisi swasta “Kompas TV” sebagai Reporter & Creative.

Reporter & Creative ini berada di dalam divisi Marketing Production. Sehingga selain sebagai tim produksi, juga mengurusi soal Marketing Officer.

“Saat ini profesiku adalah sebagai Reporter & Creative untuk divisi Marketing Production, di sebuah media televisi swasta di Jakarta. Jadi, selain sebagai tim produksi, aku juga terhitung sebagai Marketing Officer (karena bekerja di departemen Sales & Marketing, divisi Marketing Production),” jelasnya melalui email.

Alasan Memilih Profesi Ini…

Btw, ini adalah pekerjaan pertamanya setelah lulus kuliah tahun 2015 lalu. Wajar, karena sejak di bangku kuliah, Helen memang sudah menargetkan diri untuk bisa bekerja sebagai seorang broadcaster di media televisi. Dan saat ini sudah setahun bekerja di perusahaan ini.

“Bekerja sebagai seorang broadcaster di sebuah media televisi memang menjadi targetku sejak di bangku kuliah. Background kuliah yang memang broadcasting sudah memberikanku gambaran seperti apa pengalaman dan lingkungan kerja yang akan aku hadapi. Lagi pula, bekerja di balik layar sebuah program televisi cukup menyenangkan, karena tugasnya adalah memproduksi sebuah karya untuk menjadi ‘santapan’ informasi/hiburan bagi khalayak. Melalui pekerjaan Reporter/Creative ini juga aku bisa bertemu dengan orang-orang penting (narasumber/pengisi acara), dan menambah pengetahuan/informasi dari topik-topik program yang aku kerjakan. Kalau alasan bisa terjun di divisi ini sih.. yaa karena kecemplung aja kebetulan hehe,” jelasnya saat ditanya alasan kenapa memiliki profesi ini.

Latar Belakang Pendidikan…

Nah, dari sini kamu pasti sudah mengira-ngira kalau untuk bekerja di profesi ini harus memiliki latar belakang pendidikan yang sebidang. Tetapi, menurut Helen sebenarnya tidak ada keharusan. Apalagi di era sekarang ini orang dapat bebas bekerja di mana saja dengan bidang apa saja meskipun tidak sesuai dengan latar belakangnya.

Akan tetapi saran dari Helen apabila ingin ‘serius’ dan lebih mudah mendalami profesi ini, lebih baik ketika kuliah memilih jurusan yang berkaitan, seperti Ilmu Komunikasi atau akan lebih baik jurusan dibidang broadcasting/TV/Film.

Apalagi saat ini juga banyak sekolah atau perguruan tinggi yang telah memberikan bidang pendidikan seputar broadcasting dan sejenisnya. Tetapi jika ingin lebih fokus, Helen punya saran untuk mencoba masuk ke Sekolah Tinggi Multi Media. Dulu Helen mengambil jurusan Manajemen Produksi Pemberitaan (Jurnalistik) untuk jenjang pendidikan Diploma 4.

Job desc nya apa?

Nah, di profesi “Reporter & Creative ” seperti yang digeluti Helen ini, memiliki beberapa tugas yang cukup vital dalam dunia penyiaran televisi. Lebih baik simak penjelasan dari Helen berikut ini.

“Sebagai Creative kita harus siap untuk membuat konsep yang ciamik, di setiap episode/program yang kita kerjakan. Jadi yang pasti kita harus rajin cari referensi. Seperti di kasusku adalah program talkshow; aku harus bisa membuat konsep yang dapat mentransfer informasi dari nara sumber kepada penonton, agar sampai dengan baik. Namun disertai dengan tampilan program yang menarik, tidak membosankan, sesuai dengan segmentasi penonton, dan standard media di mana kita bekerja.

Sehingga seorang Creative sangat terikat dengan konten/materi yang akan diangkat di sebuah program. Kita harus bisa memiliki kemampuan riset dan menulis naskah juga. Nah, berbeda dari Creative produksi biasanya, Marketing Creative khusus melakukan produksi program blockingan (permintaan brand yang ingin terintegrasi di program tertentu).

Sehingga kita harus benar-benar memikirkan konsep kreatif, di mana sebuah brand bisa terintegrasi dengan baik di sebuah program, tanpa mengganggu identitas program/brand terkait.

Seorang Creative juga akan melakukan briefing dengan nara sumber/artis/host/talent mengenai konten/flow/gimmick yang akan dilakukan saat shooting. Creative juga akan membantu Produser melakukan briefing ke tim produksi (Camera-person, Lighting-person, Audio-person, Program Director, dll) mengenai konten/flow/gimmick serta kebutuhan look yang diinginkan.

Kalau sebagai Reporter yaa sama kaya wartawan pada umumnya: mendatangi event tertentu, lalu mencari berita/informasi, dan mewawancarai nara sumber.”

Bagaimana sudah ada gambaran kan soal job desc dari profesi ini? 🙂

Suka duka…

Setiap profesi pekerjaan pasti memiliki suka dukanya, termasuk profesi ini. Menurut pengalaman Helen, profesi ini cukup mengasyikan.

“Banyak hahaha kalau sukanya: karena di produksi itu teamwork, jadi kerja sama antar tim dibutuhkan (untungnya selalu menyenangkan). Selain itu, pekerjaannya cukup mobile, ngga mlulu di kantor, jadi seru! Seperti shooting di dalam pesawat di Bangka Belitung, shooting di kantor Walikota Tangerang yang konsep kantornya smart city, shooting dengan pembuat kereta kencana di Jogja, bertemu langsung dengan Menteri PPPA di Makassar, menghadiri event rapat internasional Interpol di Bali, sampai bisa berinteraksi langsung dengan CEO Shopee.

Hmm, kalau dukanya adalah bagaimana caranya menuruti semua keinginan klien, agar brand bisa terintegrasi dengan baik di sebuah program, tanpa mengganggu standard program/TV di mana kita bekerja. Selain itu, kita harus siap pergi pagi – pulang pagi demi kebutuhan meeting, shooting, dan editing. Jadi harus membiasakan diri dan memfleksibelkan waktu.”

Tantangannya apa?

Selama bekerja di profesi ini, Helen memiliki banyak sekali tantangan. Namun, Helen juga punya cara tersendiri untuk menuntaskan tantangan itu. Misalnya ketika harus menuruti semua keinginan klien ke dalam karya, solusi biasanya dengan menjelaskan sedetail mungkin ke klien karena ada beberapa hal yang memang tidak bisa dilakukan karena alasan redaksional, dll.

Yang terpenting menurut Helen adalah memberikan penjelasan secara konkrit kepada klien. Karena kita bekerja sesuai dengan budget klien.

Tantangan lain yang sudah pasti adalah bagaimana agar selalu bisa berpikir dan menciptakan ide-ide kreatif untuk menghasilkan tayangan program yang tidak monoton.

Syarat Fisik – Non Fisik & Jenjang Karier

Untuk dapat bekerja di profesi seperti Helen ini, kamu perlu memiliki keuletan yang tinggi. Karena pekerjaan ini butuh ketelitian dan ketepatan. Fisik dan psikis yang baik juga akan menunjang kinerja saat di lapangan. Secara pekerjaan ini sangat mobile dan butuh gercep (gerak cepat). hehe.

Untuk jenjang kariernya jelas ada. Profesi ini dimulai dari Senior Creative hingga Produser.

“Ada dong, pasti hehe, mulai dari Senior Creative sampai Produser, atau bahkan ke jenjang karir Marketing seperti Section Head, Superintendent/Supervisor, dst,” jelas Helen.

Tips untuk rekan pegawai lain!

Helen punya tips untuk kamu yang memang berniat untuk mendalami profesi ini atau mungkin kamu yang akan masuk ke perguruan tinggi dan meraba-raba profesi ini. Berikut tips dari Helen.

“Jangan maksa! Kalau memang suka sama dunia pertelevisian/produksi pasti kamu bakal ‘ikhlas’ ngelakuin pekerjaan ini dengan segala konsekuensi jam kerja yang ngga menentu. Karena di media televisi manapun, jam kerja, lingkungan, dan tanggungjawabnya ngga bakal jauh beda. Jadi kalau ngga nyaman, ngga usah diterusin hehe. Cuman, menurut aku, bekerja di bidang ini oke banget sih untuk ngetes mental dan limit diri sendiri hehe : ),”

Helen_ManurungHelen Manurung
Reporter/Creative at Kompas TV
Study : D4 Manajemen Produksi Pemberitaan – Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta
Twitter : https://www.twitter.com/helenmnrng
Instagram : https://www.instagram.com/helenmnrng
LinkedIn : https://www.linkedin.com/in/helenmanurung

 

***
Seperti itulah sharing singkat mengenai profesi “Reporter/Creative” ini. Semoga sharing dari Helen Manurung ini bisa memberikan wawasan untuk kita semua khususnya yang ingin bekerja di profesi ini. Kalau ada pertanyaan terkait pekerjaan ini silahkan saja ditulis di kolom komentar. 🙂