Home » RuangPegawai Talk! » Simak Kisah Puput Berprofesi sebagai Community Strategic Development Lead

Simak Kisah Puput Berprofesi sebagai Community Strategic Development Lead

Community Development

Di era digital sekarang ini, semakin banyak lowongan pekerjaan yang memiliki job desc beragam. Apalagi jika kamu bekerja di sebuah startup, sudah pasti akan menemui profesi-profesi pekerjaan yang kadang asing di telinga.

Nah kali ini di kanal RuangPegawai Talk! kami ingin membagikan kisah salah satu pegawai hebat yang memiliki profesi cukup menarik, yaitu Community Strategic Development Lead. Sebagian dari kamu mungkin bertanya-tanya, ini profesi apa sih, lalu job desc nya apa saja, dan kerjanya nanti di mana?

Beruntung Ruang Pegawai mendapatkan narasumber yang berprofesi seperti ini dan bersedia membagikan kisahnya untuk kita semua. Semoga dari kisahnya ini mampu memberikan kita edukasi tentang profesi ini dan tentunya inspirasi untuk kita agar bisa lebih semangat dalam berkarya lagi.

Pegawai hebat ini adalah Neneng Putri Sari Ramadhan atau yang sering disapa Puput. Beliau adalah salah satu pegawai di PT. Tokopedia dan saat ini berprofesi sebagai Community Strategic Development Lead sejak bulan Oktober 2015 lalu.

Baca juga : Yang Harus Anda Miliki Jika Ingin Bekerja di Perusahaan Startup

Kalau kita lihat dari title profesinya, pasti kita sudah punya gambaran kalau profesi ini berkaitan dengan community (komunitas). Lalu bagaimana hubungannya komunitas di Tokopedia ini? Sebelum kita mengetahui lebih jauh, lebih baik kita melihat siapa Puput ini.

Neneng Putri Sari Ramadhan adalah perempuan asli Banjarmasin yang saat ini berdomisili di DKI Jakarta. Sebelum ia terjun di perusahaan startup, Puput sudah menyelesaikan study nya di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin di jurusan Sarjana Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik.

Menarik jika melihat latar belakang pendidikan yang dienyamnya dulu. Dan sangat beruntung sekali Puput mau berbagi pengalamannya mengapa bisa terjun di profesi ini. Kami sudah mencoba interviewnya, dan berikut ini kisah latar belakangnya yang cukup menginspirasi hingga kini bisa berprofesi seperti ini. Silakan simak!

Terlibat menjadi bagian dalam pertumbuhan e-commerce di Indonesia jujur bukan salah satu profesi yang pernah saya cita-citakan. Bahkan saya tidak pernah membayangkan sama sekali masa depan saya akan berkecimpung di dunia kerja seperti yang saya jalani sekarang ini. Hidup di keluarga dan lingkungan berlatar belakang pendidikan sempat memaksa saya untuk terjun pada arus yang sama.

Sejak kecil saya diarahkan untuk menjadi seorang guru seperti ibu saya. Dan tidak ada penolakan di dalam diri saya, karena seringkali ibu saya meyakinkan bahwa profesi beliau sebagai seorang guru bisa menghidupi saya dan adik laki-laki saya seorang diri. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pilihan jalan yang tersedia menuju masa depan. Bersekolah di salah satu SMA Favorit di Banjarmasin, mempertemukan saya dengan sosok pendidik sekaligus tenaga profesional yang melihat potensi saya di bidang arsitektur.

Sempat ragu, namun dengan keyakinan penuh, guru saya tersebut memberikan gambaran masa depan yang menjanjikan jika saya serius menekuni potensi yang saya miliki di jalan apapun.

Tanpa sepengetahuan ibu, saya memberanikan diri untuk mengikuti jalur PMDK jurusan arsitektur. Tidak disangka saya menjadi 1 dari 3 siswa SMA saya yang berhasil lolos pada jurusan tersebut. Sempat menentang namun akhirnya ibu saya memberikan kesempatan kepada saya untuk menekuni jurusan tersebut. Ketertarikan saya di bidang seni tidak bisa dipungkiri oleh ibu saya hingga akhirnya memberikan izin. Namun potensi tidak selalu memiliki power untuk mengantarkan kita pada masa depan yang kita rancang.

Faktor biaya yang tinggi di jurusan arsitektur membuat saya berpikir ulang untuk tetap bertahan, walaupun ibu saya tidak pernah mengeluhkan perihal biaya pendidikan, namun saya mencoba mengerti posisi ibu saya sebagai seorang single parent. Takdir mendukung saya untuk mengambil salah satu terbesar di hidup saya, saat di universitas yang sama baru dibuka jurusan Seni di fakultas pendidikannya. Kabar itu dibawa oleh ibu saya sebagai informasi yang menyiratkan kekecewaan di dalamnya. “Kalau saja jurusan ini ada dari tahun lalu, kamu mending masuk sini, kan bisa tetep jadi guru sekaligus menjalani hobi kamu di seni”.

Dengan segala faktor yang ada akhirnya saya memberanikan diri untuk menyampaikan niatan saya untuk pindah jurusan kuliah dari fakultas teknik arsitektur ke fakultas ilmu pendidikan seni itu. Tidak disangka niatan saya didukung penuh oleh ibu saya, harapan beliau untuk menjadikan saya menjadi seorang guru tercapai tanpa harus membuang potensi seni yang saya miliki.

Singkat cerita, 3,5 tahun saya habiskan di FKIP Seni tersebut dan membawa saya menjadi lulusan terbaik kala itu. Dalam proses menuju kelulusan, saya berkesempatan melalui berbagai aktifitas lain yang didukung oleh kemampuan saya di bidang seni. Sempat berkesempatan menjabat sebagai duta wisata Provinsi Kalimantan Selatan, membawa saya kepada pekerjaan pertama saya sebagai pembawa berita di salah satu stasiun nasional daerah. Di sana saya tidak hanya bekerja, namun juga belajar banyak hal tentang public speaking dan uniknya salah satu program yang saya bawakan bertema “Komunitas”.

Sembari melakukan berbagai kegiatan yang saya ceritakan di atas, saya juga tanpa sengaja mulai terjun ke dunia e-commerce, saat itu saya memiliki sampingan berjualan online. Sempat mencapai kesuksesan di tahun pertama dengan bisnis sepatu handmade. Saya mulai menjumpai kendala di sisi persaingan, kepercayaan dan logistik.

Dari segala latar belakang tersebutlah, saya bertemu dengan Tokopedia. Ketertarikan saya dengan dunia bisnis online, serta bekal saya di bidang public speaking membawa saya pada posisi pertama saya di Tokopedia adalah Merchant Retention dalam sebuah divisi besar yang berhubungan langsung dengan para penjual di Tokopedia.

Pada posisi itu saya berkesempatan untuk melahirkan bentukan pembinaan baru menggunakan metode komunitas untuk pertama kali bagi Tokopedia.

Hingga saat ini komunitas Tokopedia (Top Community) bertumbuh semakin pesat dan berkembang diantara komunitas-komunitas lain di Indonesia. Hingga saya dipercaya untuk memegang posisi saya saat ini, saat pekerjaan saya terdahulu kini sudah berubah menjadi satu divisi di Tokopedia, Community Strategic Development.

Dari sini saya meyakini bahwa setiap orang terlahir dengan segala potensi dan keistimewaan nya masing-masing. Bagi saya saat ini saya telah mendapatkan kesempatan yang sangat berharga, pekerjaan ini mungkin bukanlah mimpi saya, tapi bisa saja pekerjaan ini merupakan mimpi milik jutaan orang di luar sana yang diberikan kepada saya. Maka dari itu saya sangat mencintai pekerjaan ini, dan menjalaninya seolah saya baru terbangun dari tidur panjang dan membawa saya keluar dari mimpi indah untuk menghadapi kenyataan yang lebih baik, hehehe.

Menarik jika melihat kisahnya di atas. Bahwa kadang profesi yang kita dapatkan saat ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan tidak pernah menjadi impian kita. Tetapi itulah proses, apa yang didapatkan Puput saat ini adalah buah dari proses dan kerja kerasnya yang dilakukannya.

Community Development

Rekomendasi Latar Belakang Pendidikan

Itu tadi kisah bagaimana Puput bisa terjun di profesi ini. Mari kita lanjut mengupas soal profesi ini lebih jauh. Mungkin akan ada yang bertanya, kalau ingin berprofesi seperti Mbak Puput ini harus kuliah atau mengambil jurusan bidang apa?

Kalau kamu telah membaca kisah dari Mbak Puput di atas, tentu sudah bisa mendapatkan jawabannya. Bahwa profesi ini tidak harus berpatokan pada satu bidang saja. Puput saja dulu malah berpendidikan di bidang Kesenian. Apalagi banyak rekan kerja Puput satu tim yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.

Tetapi menurut Puput, saat ini telah lahir banyak job desc baru yang bertujuan untuk mengembangkan tim nya ini. Dan Puput merekomendasikan latar belakang yang tepat untuk posisi ini adalah di bidang Communication, Public Relation, Psikologi dan Copywriter.

Namun yang terpenting, memiliki pengalaman dengan komunitas, baik di dunia kerja maupun aktif tergabung pada komunitas.

Job Desc Community Strategic Development Lead

Kalau tebakan kamu tentang job desc berhubungan dengan komunitas, maka itu benar. Puput menjelaskan kalau profesi ini secara garis besar tim di Tokopedia bergerak di bidang edukasi kepada para penjual Tokopedia melalui sebuah komunitas. Edukasi yang dibagikan tidak melulu dari Tokopedia, tetapi juga dari seller ke seller.

“Nah dari sisi retention tugas kami adalah memastikan konten edukasinya berkualitas dan yang cukup penting dan menantang adalah menciptakan sebuah culture yang bisa diterima, logis dan dipahami oleh anggota komunitas untuk turut bergerak mandiri bersama Tokopedia membagikan ilmu dan merangkul semakin banyak pelaku bisnis online untuk dapat sukses bersama. Kurang lebih seperti itu, disamping tentunya melakukan akuisisi,” jelasnya.

Itu kalau di Tokopedia ya, kalau kamu mungkin melihat lowongan pekerjaan seperti ini di perusahaan lain, kurang lebih job desc sama.

Community Development - Puput

 

Suka Duka Profesi Ini

Suka duka sebuah profesi pekerjaan itu sebenarnya relatif. Semua itu tergantung dari masing-masing pegawai yang menjalaninya. Kalau Puput sendiri selama berprofesi ini hampir menemui sukanya daripada dukanya. Mungkin yang menyebabkan adalah budaya bekerja di Tokopedia sendiri, yang mana sudah ditularkan dari CEO nya, William Tanuwijaya.

“Lebih banyak suka nya sih, karena bisa berkesempatan bertemu dengan banyak sosok-sosok yang menginspirasi, menjadi saksi mata kesuksesan orang-orang dengan berbagai latar belakang, serta berpartisipasi dalam membangun indonesia lebih baik melalui internet seperti visi Tokopedia karena CEO kami Bapak William Tanuwijaya meyakinkan kami untuk percaya kesuksesan itu hanya bisa diraih dengan cara membantu orang lain lebih sukses.

Tokopedia mengajarkan hal yang baru pertama kali saya temukan di sebuah tempat kerja, dimana perusahaan lain menerapkan suatu ketegasan itu berasal dari yang paling “segalanya”.(yang palin tua, yang paling senior, paling pinter, dll) tapi di sini, kami terbiasa untuk saling berpegangan, yang pinter akan membawa yang lain untuk ikut belajar, dan lainnya.

Belum lagi dengan membina sebuah komunitas, kami seperti memiliki keluarga baru di seluruh indonesia, jadi saat diminta inget-inget dukanya, agak sulit juga.”

Kalau dukanya menurut Puput mungkin ketika di posisi saat dihadapkan dengan tanggung jawab divisi lain yang mana bukan perannya. Ketika kendala yang dihapi anggota komunitas tidak bisa teratasi, disitu duka kami.

Tantangannya…

Seperti yang kita ketahui, komunitas merupakan suatu perkumpulan yang didasari suatu kesamaan dan tujuan yang sama, dan sebagian besar dari komunitas tumbuh dengan dasar suka rela, tanpa ada embel-embel mencari keuntungan dan lain sebagainya.

Sementara seperti yang kita ketahui, Tokopedia merupakan suatu perusahaan yang berbasis bisnis yang justru memiliki latar belakang yang berlawanan dari definisi umum komunitas itu sendiri. Di sanalah tantangan kami untuk mencari cara bagaimana bisa menciptakan sebuah komunitas yang berdasar pada dua latar belakang tersebut dan bisa berjalan beriringan.

Bagaimana Jenjang Karier Profesi Ini?

Menurut Puput, profesi ini memiliki jenjang karier. Namun, di Tokopedia sendiri dirinya kurang mengetahui. Hal ini dikarenakan adalah 10 lapisan posisi yang tersedia untuk setiap posisi, termasuk Community Development, yang terdiri dari 4 lapisan utama yaitu Staff, Senior Staff, Lead dan Head.

Community Development

Syarat agar bisa bekerja di profesi ini

Dari pengalamannya, Puput menjelaskan kalau jika ingin bekerja di profesi ini harus memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi. Karena itu merupakan salah satu faktor penting untuk bisa bertahan di posisi ini.  Selain itu dari sisi internal diri kita juga perlu fleksibel dan peka serta memiliki karakter “melayani”, itu akan sangat berperan dalam pembinaan komunitas.

Kalau secara subjektif menurut penilaian Puput sendiri adalah butuh seseorang yang menghargai pekerjaan kecil untuk bisa bergabung di tim ini.

Hasil finansial menurut Puput…

Menurut saya standarisasi dari posisi sebagai Community Specialist kembali lagi tergantung pada perusahaannya. Seberapa penting peranan komunitas bagi perusahaan tersebut. Apakah Primer, Sekunder atau Tersier. Karena sepengetahuan saya sejauh ini peranan tim Community Development di setiap perusahaan berbeda.

Di Tokopedia sendiri Community Development bisa dikatakan salah satu bagian vital sehingga standarisasi yang diberikan oleh Tokopedia pun cukup tinggi, dengan resiko dan kinerja yang seimbang pula, sementara dari segi finansial bagi saya pribadi semuanya cukup berimbang, karena di Tokopedia sendiri semua yang diperoleh benar-benar terukur berdasarkan kinerja.

Nah itulah beberapa informasi yang bisa kita pelajari dari profesi yang berkembang dari sebuah startup e-commerce. Namun, sebelum menutup tulisan ini, Puput punya tips bagi kita semua yang mungkin saja tertarik untuk bergelut di profesi Community Strategic Development ini.

Sebelum saya berbicara panjang lebar, satu hal yang perlu ditekankan apabila terjun di bidang ini adalah pentingnya kita untuk bisa memahami pola menerima dan memberi.

Karena jika sudah berhubungan dengan seseorang apalagi banyak pribadi yang beragam menuntut kita untuk dapat menerima segala hal-hal baru. Tokopedia sendiri yang mengajarkan kami untuk memiliki jiwa melayani pada salah satu DNA nya(focus on consumer) yang menuntut kami untuk tidak boleh ragu dalam berbagi.

Kunci yang sangat penting dalam menjaga kepercayaan banyak orang adalah dengan kita juga dapat mempercayai orang lain. Komunitas itu perihal pencapaian satu tujuan karena adanya kesamaan diantara keberagaman. Maka dari itu dalam penanganannya pun menuntut kita untuk bisa menemukan dan memanfaatkan celah yang ada untuk mempersatukan segala perbedaan ada.

Inilah satu ilmu baru lagi dari sebuah profesi yang bisa kita dapatkan dan kita bagi dengan yang lain. Jika kita melihat kisah pengalaman yang diberikan Puput di atas, sejatinya profesi apapun itu butuh proses. Dan tentunya saling membantu. Kami sangat setuju dengan menjadi sukses dengan menyukseskan orang lain. Kami pernah menulis tentang itu, “Membantu, Motivasi Dalam Bekerja Yang Paling Dalam“.

Bahwa kita dalam bekerja tidak dapat sendiri, ada orang lain yang harus kita bantu. Dengan seperti itu kita akan bisa lebih berkembang lagi.

Semoga dengan informasi ini dapat menjadikan kita lebih menghargai setiap profesi pekerjaan dan saling bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Terima kasih untuk Mbak Puput telah berbagi bersama Ruang Pegawai.

Neneng Putri Sari RamadhanNeneng Putri Sari Ramadhan
Community Strategic Development Lead di PT. Tokopedia
S1 Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik – Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
Twitter : https://twitter.com/nengpuputSR
Instagram : https://www.instagram.com/nengpuput/
LinkedIn : https://www.linkedin.com/in/neneng-putri-sari-ramadhan-872b40114/

 

Ingin berbagi pengalaman profesi pekerjaan kamu di RuangPegawai.com? Silakan request melalui email di ruangpegawai@gmail.com

Bagikan artikel ini :

Baca Juga :

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *