Skill Kerja Remote yang Harus Kamu Miliki

Kerja remote atau Remote Working adalah pola kerja yang tidak mengharuskan seseorang untuk berada di kantor perusahaannya. Jadi para Remote Worker ini nanti bisa secara fleksibel untuk bekerja dari rumah, cafe, co-working space, atau tempat lainnya di luar lingkungan kantor/perusahaan. Bahkan kamu tidak hanya bisa bekerja di tempat yang berbeda, tetapi juga bisa antar negara.

Ya, kamu bisa jadi Remote Worker di sebuah perusahaan di Amerika misalnya, atau di luar negeri. Dan kamu bisa melakukan itu tanpa harus datang ke perusahaan itu untuk melamar, ketemu HRD nya dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri pola kerja seperti ini belum terlalu familiar, tetapi kalau di luar negeri sistem kerja seperti ini sudah biasa.

Lalu apa bedanya dengan WFH (Work From Home) ya?

WFH dengan Kerja Remote itu berbeda. Ya meskipun sama-sama bisa dikerjakan di luar kantor atau lingkungan perusahaan, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan Work From Home (WFH) dengan Remote Working

Remote Working

Work From Home, memiliki sistem kerja yang masih terikat dengan aturan perusahaan. Dan kamu akan diberikan fasilitas dari perusahaan untuk mendukung pekerjaan itu dari rumah. Jadi meskipun bisa dilakukan di rumah, tetapi kamu bekerjanya mengikuti aturan yang sudah diberlakukan dari pihak kantor. Misalnya saja terkait jam kerja, sistem absensi, dan lain sebagainya.

Remote Working, kalau kerja remote kamu bisa lebih fleksibel. Tidak ada jam kerja yang ditentukan dari perusahaan, tidak ada aturan yang harus ditaati saat bekerja. Intinya kamu bisa bebas bekerja kapan saja, yang terpenting di sini adalah hasilnya. Misalnya, sebuah perusahaan ingin proyek A selesai pada tanggal sekian jam sekian, ya kamu yang penting di tanggal itu sudah menyelesaikan pekerjaannya. Terserah mau dikerjakan kapan, jam berapa, dimana, mau pakai kolor saja atau mau bergaya kantoran terserah. Yang penting pekerjaan selesai sesuai dengan waktu yang sudah tetapkan dan hasilnya memuaskan.

Dari sistem penghasilan juga berbeda. Kalau WFH, penghasilan yang didapatkan ya seperti saat kerja kantoran, dihitung per bulan kayak biasanya. Tapi kalau Remote Working agak berbeda. Ada yang dihitung berdasarkan per jam, ada yang per proyek, atau ada yang per masa kontrak kerja. Intinya lebih fleksibel dan tergantung dari perusahaan dan remote worker selama proses penawaran.

Intinya Remote Working menawarkan sistem kerja yang lebih fleksibel.

Baca juga : Era Baru dalam Mencari Kerja, Sudahkah Anda Beradaptasi?

Apa saja Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Remote Worker ?

Di era digital sekarang ini, peluang untuk menjadi Remote Worker sangat besar. Apalagi sekarang beberapa perusahaan besar juga sudah mulai membuka peluang untuk para Remote Worker karena lebih efisien dibanding harus membuka lowongan kerja kemudian menyeleksinya, belum lagi melakukan training dan lain-lain.

Jika kamu ingin mencoba pengalaman untuk Kerja Remote, ini beberapa keterampilan yang harus kamu miliki.

1. Mengoperasikan Komputer

Ini jelas menjadi modal utama bagi seorang Remote Worker. Karena komputer adalah sarana utama untuk bekerja, selain juga untuk menjadi pekerjaan Kerja Remote. Kemampuran mengoperasikan komputer itu meliputi mengoperasikan aplikasi Office, mengoperasikan internet dan aplikasinya (e-mail, website, dan lain-lain).

Sebagian besar pekerjaan remote ini memang tidak tatap muka, bahkan termasuk pertama kali berkomunikasi untuk membahas pekerjaan. Biasanya semua sudah dilakukan secara online, baik komunikasi melalui e-mail, video conference, chat, dll.

2. Keterampilan Sesuai Bidang

Kemudian yang penting lagi adalah keterampilan yang sesuai bidang kamu. Ya karena Remote Working ini yang dijual adalah keterampilan kamu, maka ya kamu harus punya bekalnya dulu. Misalnya saja kamu ingin mencari pekerjaan sebagai Product Marketing Manager ya kamu tentunya harus punya keahlian dan pengalaman di bidang ini. Sekedar informasi saja, kalau kamu ingin sukses sebagai Remote Worker maka kamu harus punya keahlian yang bagus, akan lebih baik jika memiliki pengalaman di bidang itu. Karena itu akan memberikan kepercayaan kepada perusahaan untuk bisa memilihmu.

3. Komunikasi Bahasa Inggris

Sebenarnya ini tidak terlalu diperlukan jika kamu hanya ingin mencari Remote Working di Indonesia saja. Tetapi ya itu, budaya Remote Working di Indonesia belum terlalu bagus, selain masih terbatas jenis pekerjaannya juga dalam hal penghasilan kurang memuaskan.

Nah jika kamu ingin menjadi Remote Worker yang lebih sukses, kamu harus menguasai komunikasi dalam Bahasa Inggris. Nantinya kamu mencari pekerjaan remote dari luar negeri. Apalagi situs Remote Working luar negeri jauh lebih banyak. Misalnya saja remote-worker.io/app. Di situ kamu bisa menemukan berbagai pekerjaan dari berbagai bidang yang 100% Remote.

Intinya dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris, maka akan membuka peluang yang lebih besar.

4. Manajemen Waktu

Karena Kerja Remote tidak dibatasi jam kerja atau lebih tepatnya tidak ada pihak yang mengatur jam kerja kita, maka kita sendiri yang harus pandai memanajemen waktu. Jangan sampai kamu menganggap pekerjaan ini santai, lantas tidak menghargai waktu yang pada akhirnya bakal berdampak buruk ke pekerjaan.

Sekedar informasi saja, kalau pemberi kerja kamu berasal dari luar negeri, dimana mereka sudah familiar dengan sistem kerja seperti ini, maka jangan sampai kamu membuat kecewa. Apalagi tidak didisplin waktu dalam menyelesaikan tugas.

Mereka (klien luar negeri) sangat menghargai waktu. Jika kamu bisa bekerja dengan baik dan tepat waktu, maka kamu bisa saja akan digunakan lagi di next project. Mereka itu terkenal dengan loyalitasnya. Jadi jangan membuat kecewa.

Baca juga : Cara Berkomunikasi Lebih Efektif di Tempat Kerja

***

Bagaimana? Apa kamu tertarik untuk jadi Remote Worker? Kalau kamu termasuk orang yang suka bekerja dengan pola kerja yang fleksibel, kamu bisa mencobanya. Di Indonesia sendiri juga sudah banyak situs penyedia kerja remote, silakan googling saja cari yang sesuai. Jika kamu ingin mendapatkan tawaran pekerjaan dengan penghasilan yang lebih besar, mungkin kamu bisa menyasar pasar luar negeri.

Ke depannya pekerjaan model seperti ini akan jauh lebih banyak digunakan. Karena dari sisi perusahaan pun akan jauh lebih efisien dibanding merekrut pegawai tetap.

Sekarang ini tidak hanya pekerjaan di bidang IT saja yang dibuka secara remote, tetapi di bidang lain seperti Administrasi, Akuntansi, Manajemen, hingga Finance juga sudah ada. Tinggal sesuai saja dengan keterampilan dan pengalaman yang dimiliki.

Sukses untuk kamu!

Baca Artikel Lainnya :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.