Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Era Baru dalam Mencari Kerja, Sudahkah Anda Beradaptasi?

Mencari Kerja

Kadang kita tidak sadar kalau perkembangan teknologi sekarang ini sudah memengaruhi dan mengubah banyak hal di segala bidang termasuk dalam hal karier dan mencari pekerjaan. Kami rasa Anda juga belum sepenuhnya menyadari apa yang berbeda, tetapi coba lihat kebelakang dan bandingkan dengan sekarang. Mencari kerja sekarang bisa lebih mudah.

Hah? Lebih Mudah? YA. Anda tidak salah baca, kenyataannya memang seperti itu, sekarang ini mencari pekerjaan lebih mudah dibanding beberapa tahun yang lalu.

Meskipun pasti banyak yang merasa kalau sekarang cari kerja susah, dan semakin banyak pengangguran. Iya ini juga benar, kondisinya memang seperti ini. Akan tetapi persoalan itu beda lain kasusnya.

Baca juga : 7 Alasan Kenapa Pengangguran Semakin Banyak

Menurut kami ini hanya masalah adaptasi.

Sekarang ini proses mencari pekerjaan sudah memasuki era baru. Siapa yang tidak bisa mengikuti perkembangan ini, sudah pasti akan merasa sulit dalam mencari pekerjaan. Jadi kemudahan dalam mencari kerja sekarang ini hanya akan bisa dirasakan oleh orang-orang yang baru beradaptasi dengan kondisi saat ini.

Hal sederhana yang membedakan salah satunya adalah kita tidak perlu lagi datang ke perusahaan untuk menanyakan ada lowongan kerja tidak. Mungkin kalau Anda lahir di era tahun 70-80an, akan ada masa dimana untuk mencari kerja itu harus datang ke perusahaan-perusahaan menanyakan ke satpam apakah tersedia lowongan kerja atau tidak.

Waktu datang pun sudah menggunakan pakai lengkap, kemeja putih, celana bahan hitam, sepatu pantofel, plus paket dokumen lengkap yang siap dititipkan jika ada lowongan.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, masa itu berubah. Sekarang mencari pekerjaan jauh lebih fleksibel. Cukup buka ponsel pintar, buka situs lowongan kerja yang sekarang ini banyak sekali pilihannya kemudian cari lowongan yang sesuai. Bisa disesuaikan berdasarkan lokasinya, latar belakang pendidikan, bahkan rentang gaji.

Selain itu, sekarang ini juga banyak orang yang dengan mudah berbagi informasi lowongan kerja melalui media sosial, baik Facebook, Twitter, maupun Instagram. Apalagi di LinkedIn, jejaring sosial ini memang dikhususkan untuk para profesional dan tak jarang yang berbagi informasi karier dan lowongan kerja di media sosial yang satu ini.

Tak Perlu Kirim CV Secara Manual

Mencari Kerja

Proses melamar pekerjaan pun sekarang juga sudah sangat mudah. Untuk mengirim Surat Lamaran dan CV, tidak perlu lagi dikirim lewat pos atau dititipkan ke Satpam. Cukup kirim lewat email perusahaan dan pelamar tinggal menunggu interview datang.

Bahkan di beberapa perusahaan besar, ada yang melakukan wawancara kerja (tahap pertama) secara telepon. Biasanya jika pelamar domisilinya jauh. Baru jika lolos, tahap pertama, bisa wawancara kerja tahap kedua dan itu harus ke perusahaan.

Seperti itulah proses melamar kerja sekarang ini.

Jadi sekarang ini mencari kerja bisa dikatakan lebih mudah. Siapa yang tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan ini, ya akan tertinggal. Bahkan akan merasa sulit mencari lowongan pekerjaan. Padahal kalau mau melakukan itu, akan sangat mudah mendapatkannya.

Tolok Ukur Penilaian

Penilaian Pegawai

Selain hal teknis dalam proses melamar kerja, yang berbeda di era sekarang ini adalah dalam hal penilaian pelamar kerja. Dulu kalau perusahaan mau cari pegawai baru, yang dilihat itu gelarnya. Semakin tinggi gelar pendidikannya, maka peluang diterima akan semakin besar. Dan itu juga akan menentukan posisi jabatan serta besaran gajinya.

Nah sekarang ini berbeda, ya meskipun masih ada beberapa perusahaan yang mengimplementasikan metode seperti itu, tetapi sekarang ini caranya lebih make sense.

Sekarang ini penilaian kandidat mulai melihat beberapa elemen, tidak hanya gelar pendidikan saja. Bahkan gelar pendidikan itu bukan yang pertama dilihat. Lalu apa?

Yang pertama itu masalah keterampilan. Sekarang ini banyak perusahaan yang mencari calon pegawai yang benar-benar mampu melakukan tugas-tugas di perusahaan. Apalagi jika ingin kerja di perusahaan start up.

Keterampilan ini adalah kunci utamanya. Karena sekarang ini perusahaan-perusahaan harus bisa bersaing di era global dan industri digital. Untuk itu mereka butuh orang yang benar-benar bisa bekerja sesuai dengan keterampilannya. Kalau keterampilan masih minim, paling tidak yang memiliki keinginan untuk terus belajar.

Untuk apa lulusan Sarjana kalau tidak bisa apa-apa? Perusahaan juga tidak mau punya pegawai yang seperti itu.

Yang kedua adalah attitude atau perilaku. Selain keterampilan, sekarang ini banyak perusahaan yang juga melihat calon pegawainya dari attitude dia dalam bekerja maupun bersosialisasi dengan orang lain. Ini penting, karena karakter seorang pegawai itu juga harus baik untuk bisa menunjang keterampilannya.

Untuk apa punya keterampilan bagus, tetapi orangnya sering terlambat masuk kerja, meeting juga telat, tidak sopan dengan atasan dan rekan kerja, dll. Jadi antara keterampilan dan attitude itu harus balance.

Keterampilan ini orang sering menyebutnya dengan Hard Skill, sedangkan attitude ini biasa disebut dengan Soft Skill.

Baca juga : Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill

Nah, masalah attitude ini sudah banyak juga pihak HR yang mencoba untuk memantau media sosial calon pegawai. Karena dari media sosial ini bisa dinilai bagaimana orang tersebut, dll.

Jadi mulai sekarang bijaklah dalam bermedia sosial.


Inilah era baru dalam mencari kerja, sudahkah Anda beradaptasi dengan perubahan ini? Kalau Anda masih menggunakan metode lama dan sekarang masih susah cari kerja, bisa jadi itu karena Anda tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.

Bahkan perubahan ini juga berdampak pada gaya bekerja di beberapa perusahaan. Sekarang tidak perlu kaget jika ada orang bekerja dari rumahnya. Mereka tercatat dalam pegawai suatu perusahaan, tetapi kerjanya bisa di rumah. Istilahnya Remote Working.

Kalau Anda bisa beradaptasi, tak menutup kemungkinan jika Anda bisa mendapatkan perusahaan yang mana Anda bisa bekerja di rumah, atau minimal suasana kerja di kantor lebih fleksibel, tidak kaku.

Baca Artikel Lainnya :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *