Home » Finansial » Tips Mengajukan KPR Untuk Pegawai Kontrak

Tips Mengajukan KPR Untuk Pegawai Kontrak

KPR

Ini yang menjadi masalah bagi pegawai muda zaman sekarang. Apalagi bagi mereka yang kerjanya terikat kontrak waktu. Kadang kondisi ini membuat was-was untuk bisa mewujudkan beberapa keinginan seperti memiliki rumah sendiri. Boro-boro membeli tanah lalu membangunnya dari awal, beli rumah lewat KPR saja harus mikir beribu-ribu kali sebelum memutuskan untuk mengambil KPR.

Nah kadang bagi para pegawai kontrak itu tidak mudah dalam mengajukan KPR. Status kontrak di sini kadang membuat pengajuan KPR mudah untuk ditolak. Tetapi sebenarnya sih bisa-bisa saja, asal tahu bagaimana tips mengajukan KPR nya.

Melalui artikel ini, Ruang Pegawai ingin berbagi tips kepada kamu semua yang mungkin statusnya sebagai pegawai kontrak atau pegawai swasta dan ingin memiliki rumah pribadi. KPR mungkin bisa kamu coba.

Namun alangkah baiknya, perhatikan caranya, jangan asal mengajukan agar tidak langsung ditolak. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu jadikan referensi. Semoga bermanfaat.

#1. Urusan Kredit Bank Lancar

Kalau kamu ingin mengajukan KPR, nantinya pasti akan dicek arus saldo rekening kamu terutama riwayat kreditnya. Di bank sudah ada sistem yang digunakan untuk mengeceknya, jika kamu punya riwayat kredit yang buruk, seperti hutang yang pernah menunggang, atau lainnya, maka akan terlihat dengan jelas di sistem ini.

Nah yang seperti itu akan mempengaruhi pengajuan KPR. Karena jika riwayat kredit kamu buruk, maka dari pihak pengembang juga mikir-mikir untuk menyetujui pengajuan KPR kamu. Untuk itu pastikan kamu memiliki riwayat kredit yang lancar dan bersih, sehingga itu bisa dijadikan jalan awal untuk pengajuan.

#2. Penghasilan yang Masuk Akal Untuk Hutang

Kamu bisa melihat apakah penghasilan yang kamu dapatkan setiap bulan itu bisa ‘masuk akal’ dengan hutang yang akan dilakukan. Bahasa teknisnya adalah rasio hutang. Caranya dengan membagi-bagi penghasilan setiap bulan kamu ke beberapa pos. Misalnya saja untuk biaya bayar tagihan-tagihan tetap, asuransi, kemudian berapa sisa uangnya.

Nah sisa ini apakah sesuai dengan besaran hutang KPR yang akan diambil?

Pastikan rasio hutang sudah sesuai dan memang masuk akal. Kalau tidak, maka sulit untuk disetujui pengajuan KPR kamu.

#3. Beli Rumah yang Sesuai Harganya

Ketika sudah mengetahui kemampuan finansial yang telah dihitung sebelumnya, maka kamu harus menyesuaikan dana yang dimiliki dengan memilih rumah yang sesuai keinginan dan tentunya harga yang sesuai pula. Jangan terlalu memaksakan memiliki rumah yang nilainya tinggi tetapi dana tidak mencukupi.

Sebagai pegawai kontrak tentu kamu tidak bisa memiliki kebebasan finansial seperti pegawai tetap atau pegawai negeri lainnya.

Kalau beli rumahnya yang terlalu tinggi, pihak pengembang maupun bank sebagai pemodal, akan khawatir jika kamu tidak bisa menyelesaikan KPR dengan lancar. Maka cari rumah yang sesuai dengan dana yang dimiliki saja.

#4. Cari Promo KPR

Jangan malas mencari promo KPR, atau kalau perlu cari KPR dengan bunga 0%. Ini sangat penting bagi kamu yang notabene sebagai pegawai kontrak. Masalah finansial sangat krusial. Mencari KPR dengan bunga 0% adalah salah satu cara untuk menimalisir biaya hutang. Kamu juga bisa mencari informasi KPR bersubsidi yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan begitu, kamu bisa sedikit lebih hemat dana.

Ketika ingin mengajukan KPR, sebagai pegawai kontrak memang butuh persiapan yang matang. Kamu tidak hanya butuh persiapan modal saja, tetapi juga mental. Karena jangka waktu KPR tidaklah singkat, butuh waktu bertahun-tahun.

Bagikan artikel ini :

Baca Juga :

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *