Tugas Content Strategist: Tanggung Jawab, & Keterampilannya

Banyak yang bertanya tentang tugas Content Strategist, ternyata ada yang menganggap kalau profesi ini sama dengan Content Writer. Padahal berbeda. Simak di artikel ini untuk penjelasan detailnya.

Content Strategist adalah profesi di bidang kreatif yang memiliki peran untuk merencanakan, melakukan observasi, mengawasi, dan mengelola pemasaran konten pada sebuah bisnis atau brand agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

Sekarang ini dalam dunia pemasaran digital, konten menjadi bagian yang sangat penting. Istilah “Konten is King” sekarang ini benar-benar berlaku. Faktanya kita bisa melihat dari fenomena yang ada saat ini. Banyak bisnis yang sukses gara-gara mengoptimalkan konten untuk memasarkan dan meningkatkan brand awereness mereka.

Konten di sini bisa berupa konten audio, video, dan tentunya teks. Implementasi konten di era digital sekarang bisa berbagai kanal. Bisa melalui website perusahaan, Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, Youtube dan berbagai channel media sosial lainnya.

Mengelola konten untuk pemasaran digital di berbagai channel tersebut tentu tidak mudah. Untuk itu dibutuhkan seorang ahli yang tidak hanya bisa merencanakan konten yang akan dibuat, tetapi juga mengawasi agar konten bisa berjalan sesuai dengan target yang diinginkan.

Untuk itu profesi Content Strategist sangat dibutuhkan di era sekarang.

Tugas Content Strategist adalah

Apa itu Content Strategist

Berkembangnya dunia digital dan terlebih kanal media sosial yang sangat cepat bertumbuhnya, membuat peluang bagi brand untuk bisa masuk ke pasar tersebut.

Jika hanya mengandalkan iklan dengan cara konvensional tentu akan banyak membuang waktu dan biaya. Padahal sekarang ini eranya konten kreatif. Dimana semua orang bisa dengan mudah membuat konten yang unik yang bisa mempengaruhi banyak orang.

Di beberapa tahun terakhir ini kita bisa melihat betapa besarnya antusias orang dalam membuat konten digital.

Bagi kalangan bisnis, ini adalah pasar yang bagus untuk bisa masuk ke dunia itu dengan peran seorang Content Strategist.

Para Content Strategist akan mampu mengambil peluang dari tren yang ada berbagai kanal media sosial kemudian diolahnya menjadi sebuah konten pemasaran yang menyenangkan untuk dinikmati. Mereka telah membuat konten iklan yang dulunya mungkin membosankan untuk dilihat, sekarang justru bisa dinikmati selayaknya konten pada umumnya.

Tinggal bagaimana seorang Content Strategist bisa konsisten dalam membuat konten berkualitas dan mampu memberikan dampak atau pengaruh pada keputusan konsumen. Konten pemasaran paling tidak harus mampu menarik perhatian, meningkatkan brand awareness, dan menumbuhkan loyalitas konsumen.

Itulah tujuan utama dari Content Strategist dalam membuat konten pemasaran.

Mereka tidak hanya membuat konten yang menarik saja, tetapi juga berguna dan memberikan manfaat.

Di tahun 2021 kemarin, menurut HubSpot, sekitar 82 persen para pemasar telah aktif melaporkan bahwa mereka telah menggunakan content marketing. Angka ini telah menunjukkan kenaikan sebesar 70 persen dibanding tahun sebelumnya (2020). Dan pastinya di tahun ini profesi Content Strategist akan semakin meningkat permintaannya.

Di LinkedIn, jika kita mencari “Content Strategist” di Indonesia, hasilnya ada 7200 orang per hari ini yang memiliki profesi ini. Dan 484.000 orang di seluruh dunia yang berprofesi sebagai Content Strategist.

Tugas Content Strategist

Tugas Content Strategist adalah melakukan perencanaan, pembuatan, kurasi, dan menerbitkan konten yang relevan sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan dan kebutuhan pengguna.

Ternyata profesi Content Strategist ini sangat diminati banyak orang. Karena melalui profesi ini mereka bisa terhubung dengan konsumen melalui cara kreatif dengan menghasilkan konten yang relevan dan ajakan yang didistribusikan melalui berbagai kanal internet seperti blog, video Youtube, video TikTok, instagram, tweet, dan lainnya.

Konten yang dibuat tidak sekadar menghibur, tetapi juga harus informatif, menginspirasi, dan tentunya bisa melibatkan calon pelanggan. Sehingga tidak hanya satu arah. Tugas Content Strategist memang cukup berat, karena berkaitan dengan pelanggan.

Untuk itu seorang Content Strategist perlu melakukan brainstorming dengan berbagai pihak agar bisa menghasilkan konten yang kreatif. Dalam proses brainstorming pun tak jarang dilakukan secara online dengan melibatkan pelanggan agar bisa mendapatkan insight yang terukur.

Baca juga :   5 Sifat Istimewa Ini Mampu Membuatmu Disenangi Rekan Kerjamu

Pada akhirnya konten yang disebarkan tidak sekadar menjadi hiburan saja, tetapi juga mengarahkan lalu lintas ke situs website atau lainnya dan mendorong pembaca untuk bisa mengambil tindakan bisnis yang menguntungkan. Entah itu nanti pembaca akhirnya membeli produk tersebut, atau sekadar melakukan subscription.

Peran dan Tanggung Jawab Content Strategist

Peran Content Strategist sangat penting, mereka harus memiliki keterampilan menulis yang baik, menghadapi klien, dan pengetahuan di bidang SEO (Search Engine Optimization) meskipun tidak expert.

Karena seorang Content Strategist akan bekerja dengan Content Management System, platform analisis web, SEO tool, dan alat lainnya yang membantu memudahkan dalam perencanaan konten dan publikasinya.

Ide konten bisa didapatkan dengan mengumpulkan informasi dari berbagai tipe pelanggan yang akan jadi target bisnisnya. Kemudian melakukan penelitian, analisa, dan dirancang menjadi sebuah strategi konten yang bisa mendatangkan pelanggan baru maupun membuat pelanggan lama tetap loyal.

Beberapa tanggung jawab Content Strategist secara umum sebagai berikut :

  • Melakukan penelitian untuk mendapatkan insight dari semua persona pelanggan
  • Melakukan penelitian dan analisis tentang pemikiran dan tren konsumen
  • Membuat spesifikasi dan konten yang sesuai dengan persona merek
  • Menyusun strategi pilar konten dan sub pilar
  • Merencanakan kalender editorial dan proposisi konten
  • Berkolaborasi dengan tim manajemen konten, tim kreatif, dan penulis untuk menerapkan strategi
  • Mengawasi gaya dan nada penulisan untuk semua konten
  • Mengembangkan pedoman tata kelola konten untuk nada, gaya, dan suara semua konten dan memastikan semua diimplementasikan
  • Mengembangkan strategi editorial
  • Melakukan audit konten secara berkala
  • Melacak dan menghitung ROI konten
  • Memastikan bahwa strategi konten memenuhi tujuan bisnis
  • Menyusun strategi dan meningkatkan pengiriman dan promosi konten
  • Menganalisis strategi pemasaran konten dan evaluasi

Keterampilan yang Harus Dimiliki Content Strategist

Ketika Anda ingin memulai karir di profesi ini, maka ada beberapa keahlian yang perlu Anda kuasai.

  • Keterampilan copywriting yang baik. Jika Anda tidak bisa menulis konten yang baik, tidak jadi masalah selama Anda bisa menyusun strategi yang tepat. Tetapi keterampilan copywriting yang baik dapat membantu Anda untuk merencanakan, mengarahkan, mendesain, dan mengedit konten yang telah dibuat.
  • Keterampilan Presentasi. Anda harus punya keahlian dalam mempresentasikan ide kreatif Anda ke tim atau ke klien. Selain agar bisa meramu agar konten bisa dikemas sesuai dengan kebutuhan konsumen.
  • Keterampilan Monetisasi konten. Perlu juga Content Strategist memahami monetisasi apa saja yang bisa dilakukan untuk setiap konten. Karena tiap-tiap konten memiliki penanganan yang berbeda dalam hal monetisasi tergantung dari channel yang akan digunakan dan audiencenya.
  • Keterampilan pengiriman konten. Content Strategist juga perlu paham dalam menentukan saluran distribusi terbaik yang akan dipilih untuk menyampaikan konten kepada audiens.
  • Kemampuan analitis. Karena nanti akan bekerja dengan hasil analisa yang sudah berjalan dan agar bisa melihat pola serta tren dalam data pemasaran yang sudah dilakukan.
  • Kompetensi Editorial.
  • Kualitas kepemimpinan.
  • Keterampilan Team Work
  • dll

Bagaimana Menjadi Content Strategist

Gaji Content Strategist di Indonesia rata-rata sekitar Rp 7 juta per bulan. Tetapi itu kembali ke kebijakan masing-masing perusahaan. Mungkin ada yang di atas itu atau di bawahnya. Karena tugas Content Strategist tiap perusahaan mungkin berbeda lingkupnya.

Nah, setelah Anda belajar dan terus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan, Anda bisa mencoba untuk melamar lowongan kerja Content Strategist yang ada.

Sedikit informasi yang perlu Anda tahu, biasanya perusahaan mencari setidaknya yang sudah memiliki pengalaman minimal tiga tahun di bidang pemasaran. Seperti Content Writer, Content Manager, atau Editor Konten.

Untuk latar belakang pendidikan, minimal memiliki gelar Sarjana di jurusan seperti Bahasa Inggris, Jurnalistik/Komunikasi, Pemasaran, Penulisan Kreatif, Manajemen Informasi dan sejenisnya.

Karena profesi Content Strategist ini tinggi peminatnya, maka Anda harus lebih unggul dibanding kandidat lain. Untuk itu Anda perlu memiliki keahlian lebih agar jadi nilai plus. Misalnya saja keahlian dalam hal SEO, pengembangan konten digital, dan sejenisnya. Dan itu lebih baik Anda memiliki pengalaman langsung bekerja dibidang itu.

Itulah penjelasan tentang tugas Content Strategist, kalau ada yang mau ditanyakan silakan tulis di kolom komentar.

Baca Artikel Lainnya :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.