PHK Adalah Risiko, Tetap Semangatlah

PHK itu Risiko

Tidak ada profesi pekerjaan yang tidak berisiko, baik itu yang statusnya sebagai pegawai/karyawan/buruh atau pemiliki usaha, semuanya pasti memiliki risiko. Ini dulu yang perlu kita pahami sebelum kita benar-benar menjalankan sebuah pekerjaan.

Akhir-akhirnya ini kondisi ekonomi mulai melambat, salah satu faktornya adalah wabah virus Corona (COVID-19) yang sedang menyebar ke seluruh dunia. Dampaknya bagi pelaku usaha/bisnis sangat dirasakan betul, apalagi bagi perusahaan skala nasional bahkan yang skala internasional.

Ujungnya adalah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Massal di banyak perusahaan. Bagi pihak perusahaan ini adalah jalan yang terbaik untuk mengurangi beban pengeluaran perusahaan jika tak ingin merugi lebih cepat.

PHK itu Risiko

Tapi di lain sisi, adanya PHK Massal ini mendapatkan tanggapan beragam dari para karyawan yang menjadi ‘korban’. Tentu ada yang menerima saja, tapi ada yang berontak dengan caranya sendiri-sendiri. Apalagi jika sudah berhubungan dengan hak-hak (ekonomi) karyawan ketika di PHK.

Masalah hak karyawan itu ranahnya perusahaan, tetapi kami hanya ingin memberikan semangat untuk rekan-rekan yang saat ini terkena PHK. Ketahuilah bahwa PHK itu adalah bagian dari risiko pekerjaan Anda. Ketika Anda memiliki berprofesi menjadi karyawan, maka Anda juga harus siap dengan risiko-risiko menjadi karyawan. Salah satunya terkena PHK.

Toh PHK sendiri juga hal wajar dan tidak menyalahi aturan. Yang penting bagaimana perusahaan mampu bertanggung jawab untuk menyelesaikan hak-hak karyawan yang di PHK.

Baca juga : Era Baru dalam Mencari Kerja, Sudahkah Anda Beradaptasi?

PHK Bukan Akhir Segalanya

Apabila saat ini rekan-rekan baru saja di PHK, yakinlah ini bukan akhir segalanya. Anda mungkin sudah merasakan kerja yang nyaman di perusahaan tersebut, hingga bisa membeli ini itu. Tetapi jangan pernah khawatir dan takut jika nanti tidak akan lagi bisa bekerja.

Di luar sana masih banyak kesempatan dan peluang yang bisa Anda coba.

Atau mungkin Anda beralih saja untuk berwirausaha, menggunakan uang pesangon yang didapatkan untuk putar dalam sebuah usaha. Tapi ya Anda harus paham juga kalau berwirausaha pun nanti juga ada risikonya.

Baca juga: 5 Bisnis Rumahan Untuk Karyawan

Lalu apa yang harus saat ini saya kerjakan?

Tentu kalau memang masih ada niatan untuk bekerja, apalagi kalau usia masih muda ya cari kerja di perusahaan lain. Tidak perlu gengsi bekerja di mana saja, asal pekerjaan itu jelas dan yang penting Anda nyaman melakukannya.

Saat ini Anda perlu mengubah mindset atau pola pikir dulu. Karena ini penting. Perilaku seseorang itu tergantung dari mindsetnya. Seorang pengusaha sukses tidak akan sukses jika punya mindset takut gagal. Seorang karyawan pun tidak akan bekerja jika takut akan di PHK lagi.

Hilangkan pola pikir yang negatif, jadinya orang yang selalu berpikir positif.

Kalau kesana-kemari Anda susah cari kerja, mungkin Anda bisa berwirausaha. Mulai jualan kecil-kecilan saja yang penting dapat penghasilan. Tidak perlu frustasi dan putus asa. Yakinlah rezeki itu sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa.

Baca juga : Frustrasi Karena Sulit Cari Kerja? Begini Cara Memotivasinya

Kita sebagai Hamba hanya diminta untuk terus bekerja dan berdoa, itu saja. Urusan kita dapat penghasilan berapa, itulah rezeki penghasilan kita yang harus disyukuri.

Terakhir, jika Anda di-PHK, syukuri saja tidak perlu bereaksi berlebihan, kecuali jika hak-hak Anda tidak diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Intinya PHK bukanlah hal buruk, PHK itu solusi terbaik untuk kedua belah pihak, baik dari perusahaan maupun karyawan.

Kalau kondisi perusahaan sudah tidak sehat, dan karyawan dibiarkan terus, itu juga tidak baik. Perusahaan akan merugi terus, sedang karyawan bisa-bisa malah tertunggak gajinya. Nah PHK adalah jalan yang terbaik, yang penting tadi, hak-hak karyawan memang diberikan sesuai aturan yang ada.

Tetap Semangat!

Baca Artikel Lainnya :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.