Kerja itu Capek, Tapi Lebih Capek Lagi Kalau…

Capek Kerja

Kerja itu capek, tapi lebih capek lagi kalau…? Kalau apa hayo? Ngomongin soal kerja, saya yakin semua profesi pekerjaan itu melelahkan. Siapa sih yang nggak merasa capek? Capek itu bisa capek pikiran maupun secara fisik. Hanya saja kadang tidak semua orang memperlihatkan rasa capeknya itu ke orang lain. Sehingga kesannya pekerjaan itu terlihat menyenangkan.

Kalau ada yang ngomong, “Wah enak ya si dia, kerja jadi bla bla bla, cuma duduk, dapet duit.“, ada lagi “Wah enak ya si dia, kerja nggak usah panas-panasan, tiap bulan dapat gaji tetap.” dan masih banyak lagi perspektif orang tentang pekerjaan orang lain.

Entah mengapa kebanyakan dari kita itu lebih suka melihat orang lain kemudian membandingkannya dengan diri kita sendiri. Kemudian di situ akan muncul rasa kurang bersyukur, dan akhirnya menganggap pekerjaan kita biasa saja.

Capek Kerja
Foto oleh energepic.com dari Pexels

Pandangan seperti itulah yang sebenarnya tidak bisa membuat kita jadi tumbuh dan berkembang. Karena kita hanya fokus pada kekurangan tanpa mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

Ya, kerja itu capek, tapi lebih capek lagi kalau… tidak dapat pekerjaan.

Inilah yang harus kita syukuri, apapun pekerjaan kita tidak boleh merasa rendah atau lelah. Kita harus banyak bersyukur sudah bisa dapat pekerjaan berapapun penghasilannya. Karena di luar sana masih banyak orang yang susah cari kerja.

Apalagi di tengah kondisi pandemi sekarang ini. Banyak karyawan di PHK, kemudian bingung mau kerja apa dan dimana. Sedangkan kita masih bisa tetap bekerja seperti biasa. Tanpa harus melihat seberapa penghasilan yang kita miliki, ini saja sudah harus kita syukuri.

Mungkin kamu pekerja lapangan yang setiap hari harus berhadapan dengan teriknya sang surya yang semakin membara, tetapi lihatlah mereka yang di saat bersamaan tengah berjuang berpanas-panasan keliling perusahaan untuk mencari pekerjaan.

“Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”

Sudah bisa mendapatkan pekerjaan itu sudah merupakan nikmat dari Tuhan yang sangat besar. Perkara berapa penghasilannya, ya itu rezeki yang memang pantas kita dapatkan. Lagi pula rezeki itu datangnya bukan hanya dari penghasilan pekerjaan saja.

Ada rezeki yang berupa nikmat sehat, bisa bekerja di dalam ruangan, bisa dapat rekan kerja yang saling support, bisa kenal dengan orang-orang penting, bisa bekerja dengan waktu yang fleksibel, dll. Semua itu rezeki yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Nikmat Kerja
Foto oleh fauxels dari Pexels

Maka apakah kita akan masih mengeluh terhadap pekerjaan yang kita lakukan?

Memang kadang rutinitas pekerjaan kita menjemukan. Berangkat pagi, pulang malam, seperti itu terus setiap harinya. Giliran hari libur, eh dapat lembur. Inipun juga harus kita syukuri. Karena dengan lembur kita artinya dapat tambahan penghasilan.

Fokus Kekurangan atau Kelebihan

Ini semua tentang bagaimana cara pandang kita, apakah kita ingin fokus pada kekurangan atau kelebihan yang kita dapatkan.

Kalau ingin fokus ke kekurangan, ya jangan heran kalau setiap waktu pengennya sambat terus. Pas belum dapat pekerjaan, sambat nyari kerja susah. Giliran pas udah dapat pekerjaan, sambat kerjanya berat, gajinya sedikit.

Bersyukur itu harus kita latih, harus kita coba untuk tanamkan dalam benak diri kita terus menerus. Agar kita bisa selalu melihat sisi positif pada semua hal termasuk pekerjaan.

Untuk urusan dunia, lihatlah ke bawah, agar kita bisa lebih mensyukuri nikmat apa yang telah kita miliki saat ini.

Bagi yang sudah dapat pekerjaan, tetaplah bersyukur dan kembangkan kemampuan yang dimiliki. Lihatlah mereka yang saat ini bersusah payah mendapatkan pekerjaan.

Baca Artikel Lainnya :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.