Mengenal Lebih Jauh Proses Rekrutmen

Rekrutmen
Image via http://www.recruitmentagencynow.com/

Proses rekrutmen merupakan proses seleksi yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh sumber daya manusia yang tepat. Setiap tempat tentu saja memiliki proses rekrutmen yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan perbedaan kebijakan dan kondisi lingkungan kerja pada setiap perusahaan.

Selain itu, terkadang banyak kandidat yang bingung mengenai tahapan proses rekrutmen sehingga kurang persiapan ketika proses berlangsung. Tentu sangat disayangkan bukan jika hal ini terjadi?

Baca juga: Jurus Merekrut Karyawan Potensial

Berikut beberapa gambaran mengenai proses rekrutmen di perusahaan.

1. Seleksi Administrasi

Seleksi administrasi merupakan seleksi awal. Seleksi ini dilakukan berdasarkan dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Ketentuan tersebut seperti latar belakang pendidikan, pengalaman kerja minimal, usia, dan sebagainya. Data-data tersebut diperoleh dari curriculum vitae dan surat lamaran yang telah disusun oleh pelamar.

Maka dari itu, persiapan yang diperlukan pada tahap ini adalah menyerahkan curriculum vitae sesuai dengan iklan lowongan atau kebutuhan perusahaan. Selain itu, jangan lupa menyertakan berkas bukti terkait agar lamaran yang Anda ajukan dinilai valid.

Berikutnya, sebagai bentuk nilai plus cutriculum vitae yang Anda ajukan, kemaslah semenarik mungkin, dan susunlah dengan baik sehingga informasi penting dapat terlihat dengan cepat oleh bagian penyeleksi.

2. Interview dengan HRD Recruitment

Pada tahapan setelah melakukan seleksi Administrasi, perusahaan biasanya akan memanggil kandidat-kandidat yang lolos. Usahakan datang tepat waktu setiap memenuhi panggilan interview. Selain itu, berikan kabar jika Anda berhalangan untuk hadir. Untuk pertanyaan selama interview, tidak akan jauh-jauh dari seputar diri Anda, aktivitas sehari-hari, dan pengalaman kerja.

Namun demikian, ada beberapa cara untuk memenangkan tahap interview yaitu dengan menjawab pertanyaan interviewer secara detail dan runtut. Selain itu, menjaga attitude selama proses rekrutmen merupakan hal wajib.

3. Interview dengan user

Pada tahapan interview dengan user, hampir sama seperti interview dengan HRD Recruitment. Namun pada tahap ini akan lebih mengutamakan hal teknis terkait dengan posisi yang Anda lamar. Selain itu, akan lebih meminta Anda untuk menceritakan pengalaman kerja dan tugas-tugas yang pernah Anda selesaikan. Ceritakan prestasi-prestasi Anda, dinamika kerja yang Anda alami secara detail, sehingga user dapat mendapatkan gambaran jelas mengenai kemampuan Anda apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau tidak.

4. Psikotes

Tahap psikotes merupakan tahapan untuk melihat potensi dari para pelamar kerja. Beberapa perusahaan ada yang melakukan secara mandiri, ada juga yang membutuhkan bantuan dari pihak luar seperti lembaga psikologi. Pada dasarnya, psikotes dapat terlewati dengan banyak latihan. Anda mungkin bisa membeli buku kumpulan soal TPA dan mempelajari cara penyelesaiannya sehingga Anda memperoleh peluang cukup besar.

5. Interview dengan Manager HRD

Interview dengan manager HRD biasanya pada sebagian besar perusahaan merupakan interview tahap akhir. Dan kebanyakan selain diminta untuk menceritakan tentang diri Anda, akan dilihat seberapa layak Anda menduduki posisi jabatan terkait berdasarkan kacamata dari Manager HRD. Dan kacamata tersebutlah yang nanti menjadi landasan range gaji yang akan diberikan kepada Anda di perusahaan tersebut.

Pada interview ini, tidak ada salahnya jika Anda menanyakan secara detail mengenai fasilitas dan tunjangan apa saja yang akan Anda peroleh. Dan pastikan gaji yang Anda terima sesuai dengan peraturan yang berlaku dan perjanjian dari kontrak yang akan Anda jalani.

***

Demikianlah proses recruitment dalam sebuah perusahaan secara umum. Memang, terkadang ada beberapa tahap yang berbeda, misalnya setelah interview HRD Recruitment langsung psikotes, atau mungkin tahap psikotes berada di urutan paling depan, dan sebagainya. Dari pemaparan proses rekrutmen tersebut dapat disimpulkan bahwa pada intinya, merupakan proses untuk mencari sumber daya manusia yang fit (tepat) untuk menduduki sebuah posisi. Bukan yang paling baik, namun yang paling pas dengan budaya kerja di sebuah perusahaan.

Similar Posts

  • Karakter Pemimpin Seperti Apakah Anda?

    Setiap pemimpin atau atasan selalu menginginkan mampu mengkoordinasi anggotanya dengan baik. Apapun masing-masing cara pemimpin tersebut, yang penting bagi mereka adalah mencapai tujuan kerja yang diharapkan. Namun demikian, seringkali para pemimpin dalam melaksanakan fungsinya juga…

  • Tugas Digital Marketing Strategist

    Apa tugas digital marketing strategist itu ya? Ketika membuka sebuah situs tentang lowongan pekerjaan, mungkin kamu akan menemukan posisi Digital Marketing Strategist. Banyaknya loker tersebut diakibatkan minat para generasi milenial hingga Gen-Z dengan profesi yang…

  • Prospek Kerja Lulusan Farmasi

    Sekarang ini jurusan farmasi mulai bermuncul di beberapa universitas maupun politeknik kesehatan. Karena prospek kerja lulusan farmasi ini cukup banyak dibutuhkan. Jadi buat kamu yang memang tertarik untuk mengenyam pendidikan di jurusan farmasi tidak perlu…

  • Begini Kantor Yang Disukai Para Pegawai

    Separuh hari yang dilalui oleh semua pegawai itu dihabiskan di kantor untuk bekerja. Jadi ya wajar jika pegawai menginginkan tempat kerja yang nyaman. Karena kalau tempat kerjanya nyaman, itu juga akan membuat mood kerja menjadi lebih baik….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *