Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Buatlah Skala Prioritas Kebutuhan Untuk Mengelola Keuangan Anda

Skala Prioritas

Berapa pun penghasilan yang Anda dapatkan per bulan, semuanya hanya akan sia-sia jika Anda tidak pandai dalam mengelolanya. Bisa jadi di awal bulan Anda bersenang-senang, tetapi di akhir bulan merintih cari pinjaman. Jangan sampai seperti itu.

Untuk itu kita sepakat bahwa untuk mewujudkan keuangan yang sehat, perlu mengelolanya secara sehat pula. Adapun cara yang bisa dilakukan adalah membuat skala prioritas kebutuhan.

Apa sih itu Skala Prioritas?

Skala Prioritas

Skala Prioritas adalah sebuah daftar kebutuhan seseorang yang disusun berdasarkan tingkat kebutuhannya. Mulai kebutuhan yang sangat penting hingga yang bisa dipending pengadaannya atau bahkan tidak perlu dibeli.

Kalau dulu zaman sekolah, kita sering mendengar kebutuhan Primer hingga Tersier, ya seperti itulah mudahnya.

Baca juga : Multi Rekening, Cara Asyik Kelola Keuangan Pegawai

Apa Untungnya Membuat Skala Prioritas?

Jelas sangat banyak sekali untungnya. Sekarang kita coba bayangkan kalau penghasilan Anda per bulan itu Rp 5 juta. Tanpa membuat skala prioritas, biasanya seseorang akan langsung membelanjakan penghasilannya dengan kebutuhan-kebutuhan yang lagi diinginkan bukan yang dibutuhkan.

Sehingga setelah beli malah tidak dipakai atau hanya dipakai beberapa kali saja kemudian dibiarkan. Intinya untuk memenuhi kebutuhan nafsu saja.

Padahal sebenarnya masih banyak kebutuhan yang sifatnya memang harus segera dimiliki yang itu bisa digunakan selama hidup.

Misalkan saat ini Anda memiliki rumah yang masih ngontrak/sewa, Anda bukannya malah menabung untuk membeli rumah tetapi malah membeli mobil. Nah ini contoh jika tidak membuat skala prioritas.

Jadi manfaat atau keuntungannya adalah Anda akan bisa mengatur keuangan Anda dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan yang paling Anda butuhkan sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Dampaknya adalah Anda akan memiliki keteraturan tata kelola keuangan, hemat dan bisa membatasi pengeluaran.

Ah gaji saya per bulan cuma sedikit, tak perlu bikin Skala Prioritas….

Justru membuat skala prioritas itu perlu dilakukan bagi yang memiliki penghasilan sedikit. Kita tahu sekarang ini kebutuhan hidup meningkat, jika tidak diatur apa saja yang dibutuhkan dan tidak membuat skala prioritas, maka bisa saja akan terjebak pada hutang.

Dan ketika penghasilan Anda sedikit, kemudian Anda sudah berani berhutang, maka itu awal dari kesulitan.

Menyusun Skala Prioritas

Baca juga : The Power of Celengan, Cara Asyik Kelola Keuangan

Faktor Penentu Skala Prioritas

Dalam membuat skala prioritas, setiap orang punya alasan yang berbeda-beda. Karena hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah :

1. Faktor Penghasilan

Seakan sudah jadi rumus hidup, kalau penghasilan kecil maka kebutuhan (pengeluaran) kecil, kalau penghasilan besar maka semakin banyak pengeluaran yang dibutuhkan.

Di sinilah faktor penghasilan jadi penentu utama seseorang dalam membuat skala prioritas. Dan ini juga menjadi penanda bahwa dalam membuat skala prioritas itu tidak memandang apakah penghasilan kecil atau besar. Karena semuanya membutuhkan skala prioritas untuk menjaga keuangan.

2. Faktor Status di Masyarakat

Seseorang yang status atau perannya di masyarakat biasa saja, maka akan memiliki kebutuhan yang standar-standar saja. Tetapi jika status dalam masyarakat termasuk orang terpandang biasanya akan memiliki kebutuhan yang lebih besar.

Jadi faktor sosial kemasyarakatan ini juga berpengaruh dalam menyusun skala prioritas.

3. Faktor Status di Keluarga

Selain faktor status di masyarakat, status di keluarga juga memengaruhi. Sekarang lihat saja, kebutuhan seorang ayah (kepala rumah tangga) pasti akan berbeda dengan kebutuhan anak. Ayah memiliki kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan seluruh keluarga, sedangkan anak kadang masih memikirkan kebutuhan dirinya sendiri.

4. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan juga berpengaruh. Misalnya seseorang hidup di lingkungan yang elite, pasti akan mengikuti gaya hidup yang ada di lingkungan masyarakat tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Semoga informasi ini bermanfaat, untuk bagaimana cara menyusun skala prioritas kebutuhan, akan kami ulas di pembahasan berikutnya. Jadi jangan lupa subscribe blog ini.

Baca Artikel Lainnya :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.