Lulusan IT Tidak Banyak yang Diterima di Industri IT, Ini Alasannya

Mahasiswa IT

Kuliah di jurusan IT sejak beberapa tahun yang lalu menjadi trend bagi banyak anak muda. Mereka menganggap dengan kuliah di jurusan IT, nanti bekerja bisa pegang komputer, gajinya banyak dan pasti ke depannya banyak dicari perusahaan.

Bisa dikatakan jurusan IT sangat prospek di masa depan. Terlebih lagi industri IT kian berkembang dan gaya hidup masyarakat pun tidak terlepas dari dunia IT.

Namun fakta di lapangan berbeda. Meskipun ada lulusan IT yang bisa mencapai keinginannya, di luar sana masih banyak juga yang tidak bisa diterima di industri IT. Padahal mereka adalah lulusan IT. Lantas mengapa ini bisa terjadi?

RuangPegawai melihat ini dikarenakan tidak ada keseimbangan antara kebutuhan dan persiapan.

Begini, salah satu aspek yang membuat lulusan IT tidak bisa diterima di perusahaan IT adalah tidak memiliki kompetensi. Mereka hanya sekadar memiliki title di bidang IT, namun kompetensi atau skill yang dimiliki masih jauh dari kebutuhan industri.

Jelas ini menjadi kesalahan yang amat besar, seakan pendidikan yang telah diikuti selama beberapa tahun tak ada gunakan.

Lalu salah siapa?

Salah semua. Siswa, Pendidik (Lembaga Pendidikan/Perguruan Tinggi), dan Industri. Ketiga elemen ini salah, karena saat ini belum maksimal dalam menyeimbangkan antara kebutuhan dan persiapan.

Mahasiswa IT

Dari sisi siswa, mereka akan menjadi lulusan yang biasa saja jika selama belajar baik di perkuliahan atau lembaga pendidikan lain hanya fokus pada apa yang diajarkan oleh pendidik. Padahal yang diajarkan pendidik itu selalu dimulai dari dasar dan hal-hal umum. Mayoritas seperti itu.

Siswa yang tidak aktif, hanya mendapatkan apa yang disampaikan pendidik saja. Mereka tidak akan mendapatkan apa yang sebenarnya dibutuhkan industri sekarang ini. Apalagi kebutuhan industri IT terus berkembang, teknologinya pun selalu menawarkan yang lebih baik.

Jika siswa tidak pro aktif dan tidak melihat dunia luar, maka ketika lulus nanti hanya akan mendapatkan apa yang dipelajari selama di bangku pendidikan. Ingat, ilmu yang didapatkan di bangku pendidikan tidak selamanya disesuai atau dibutuhkan di dunia industri yang ada.

Pengajar

Dari sisi pendidik, pendidik dalam hal ini bisa lembaga pendidikan atau universitas sebagai lembaga pendidikan tertinggi, harus mempersiapkan anak didiknya agar siap dengan dunia industri saat ini, paling tidak ketika mereka lulus nanti. Di sini diperlukan sumber daya yang mumpuni dan terkonsep dengan baik.

Mulai dari membekali pengajar dengan pengetahuan yang sesuai dengan kondisi saat ini, hingga dukungan fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh anak didik.

Di sini artinya perlu kurikulum yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan saat ini. Dan pengajar pun juga harus tetap terus belajar.

Baca juga : Mahasiswa Zaman Sekarang, Tidak Pantas Jika Kuliah Hanya Cari Ijazah

Dukungan fasilitas baik itu yang berupa laboratorium, atau dukungan fasilitas pendanaan untuk membuat karya, perlu diberikan oleh pihak pendidik agar proses pembelajaran bisa dilakukan dengan maksimal.

Industri IT

Dari sisi industri, pihak industri adalah yang paling mengerti kebutuhan saat ini. Di sinilah perlunya industri untuk turun langsung dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkompetensi sesuai kebutuhan saat ini.

Masih jarang industri yang mau bekerja sama dengan pihak pendidik untuk memberikan arahan atau pelatihan secara langsung kepada para anak didik. Yang ada saat ini kebanyakan hanyalah kerja sama dalam hal penyerapan tenaga kerja (ikatan kerja), tetapi tidak memperhatikan bagaimana nanti kualitas lulusannya.

Pada akhirnya walaupun sudah bekerja sama dalam hal penyerapan tenaga kerja, faktanya tidak banyak yang bisa masuk ke industrinya. Hal ini dikarenakan banyak lulusan yang tidak kompeten dan tidak mumpuni di bidangnya. Akhirnya pengangguran pun semakin meningkat dan banyak lulusan IT yang tidak bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Baca juga : 7 Alasan Kenapa Pengangguran Semakin Banyak

Kasus seperti ini tidak hanya untuk di dunia IT saja, tetapi juga ilmu-ilmu terapan yang membutuhan keahlian khusus.

Harapannya tentu ketiga elemen ini bisa saling bersinergi dan sadar untuk terus mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan masa kini. Karena jika hanya berkutat pada cara lama, niscaya akan tertinggi dengan mereka yang terus mengupgrade diri.

Baca juga:

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *