Sales Executive menjadi salah satu posisi penting dalam sebuah perusahaan. Posisi ini berhubungan langsung dengan proses penjualan, mulai dari mencari calon pelanggan, menawarkan produk, melakukan negosiasi, sampai menjaga hubungan setelah transaksi selesai.
Sebagian orang mungkin mengira pekerjaan Sales Executive hanya menawarkan produk dan mengejar target. Padahal, tanggung jawabnya jauh lebih luas. Seorang Sales Executive juga perlu memahami kebutuhan pelanggan, memberikan solusi yang tepat, mengelola data penjualan, dan berkoordinasi dengan berbagai divisi.
Menurut saya, pekerjaan ini bukan sekadar soal pintar berbicara. Sales Executive harus mampu mendengarkan, membangun kepercayaan, dan meyakinkan pelanggan tanpa memberikan janji yang berlebihan.
Lalu, apa saja job desk Sales Executive dalam kegiatan sehari-hari?
Apa Itu Sales Executive?
Sales Executive adalah orang yang bertanggung jawab menjual produk atau layanan perusahaan kepada calon pelanggan maupun pelanggan yang sudah ada.
Sales Executive menjadi penghubung antara perusahaan dan konsumen dalam proses penjualan. Mereka membantu calon pelanggan memahami produk, memilih solusi yang sesuai, dan menyelesaikan transaksi.
Posisi ini dapat ditemukan di berbagai bidang, seperti:
- Properti
- Otomotif
- Perbankan
- Teknologi
- Pendidikan
- Kesehatan
- Perhotelan
- Manufaktur
- Retail
- Jasa profesional
Cara kerja Sales Executive dapat berbeda di setiap perusahaan. Ada yang lebih sering melakukan kunjungan langsung, ada yang menawarkan produk melalui telepon, dan ada juga yang menjalankan seluruh proses penjualan secara online.
Walaupun cara kerjanya berbeda, tujuan utamanya tetap sama, yaitu meningkatkan penjualan dan mendapatkan pelanggan.
Job Desk Sales Executive Secara Umum
Job desk Sales Executive mencakup berbagai aktivitas yang berhubungan dengan proses penjualan. Pekerjaan tersebut dimulai sejak mencari calon pelanggan hingga memastikan pelanggan mendapatkan pelayanan yang baik.
Berikut beberapa tugas utama Sales Executive.
1. Mencari Calon Pelanggan Baru
Sales Executive harus aktif mencari calon pelanggan atau prospek yang berpotensi membeli produk perusahaan.
Aktivitas mencari prospek sering disebut sebagai prospecting. Sales Executive dapat memperoleh prospek melalui:
- Database perusahaan
- Media sosial
- Telepon
- Pameran
- Acara bisnis
- Kunjungan langsung
- Komunitas
- Rekomendasi pelanggan
- Relasi profesional
Dalam pekerjaan sales, jumlah prospek sangat memengaruhi peluang transaksi. Semakin banyak prospek berkualitas yang dihubungi, semakin besar peluang Sales Executive mencapai target.
Namun, Sales Executive tidak perlu menawarkan produk kepada semua orang. Mereka harus memilih calon pelanggan yang sesuai dengan target pasar perusahaan.
2. Menghubungi Calon Pelanggan
Setelah mendapatkan daftar prospek, Sales Executive mulai menghubungi calon pelanggan.
Kontak awal dapat dilakukan melalui telepon, WhatsApp, email, media sosial, atau pertemuan langsung.
Tujuan kontak awal bukan selalu untuk langsung menjual. Sales Executive dapat memperkenalkan diri, menjelaskan perusahaan, dan mencari tahu apakah calon pelanggan membutuhkan produk yang ditawarkan.
Cara berkomunikasi pada tahap ini sangat penting. Sales Executive perlu menggunakan bahasa yang sopan, jelas, dan tidak terlalu memaksa.
3. Menggali Kebutuhan Pelanggan
Sales Executive yang baik tidak langsung menawarkan produk tanpa memahami kebutuhan calon pelanggan.
Mereka perlu mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:
- Masalah apa yang sedang pelanggan hadapi?
- Produk seperti apa yang dibutuhkan?
- Berapa anggaran yang tersedia?
- Kapan produk akan digunakan?
- Siapa yang mengambil keputusan pembelian?
- Apakah pelanggan sudah memakai produk dari perusahaan lain?
Dari jawaban tersebut, Sales Executive dapat menentukan produk atau layanan yang paling relevan.
Menurut saya, tahap ini menjadi salah satu bagian terpenting dalam proses penjualan. Ketika Sales Executive memahami kebutuhan pelanggan, penawaran akan terasa lebih personal dan meyakinkan.
4. Menjelaskan Produk atau Layanan
Sales Executive bertugas menjelaskan produk kepada calon pelanggan.
Penjelasan tersebut biasanya mencakup:
- Fungsi produk
- Manfaat produk
- Cara penggunaan
- Pilihan paket
- Harga
- Garansi
- Layanan tambahan
- Keunggulan produk
- Proses pemesanan
Sales Executive harus memahami produk dengan baik agar dapat menjawab pertanyaan pelanggan.
Mereka juga perlu menjelaskan manfaat produk, bukan hanya menyebutkan fitur. Pelanggan biasanya lebih tertarik mengetahui bagaimana produk dapat membantu menyelesaikan masalahnya.
5. Melakukan Presentasi Produk
Pada beberapa jenis bisnis, Sales Executive perlu melakukan presentasi secara langsung atau melalui video conference.
Presentasi dapat berisi:
- Profil perusahaan
- Permasalahan pelanggan
- Solusi yang ditawarkan
- Manfaat produk
- Studi kasus
- Pilihan paket
- Estimasi biaya
- Proses kerja sama
Sales Executive harus menyampaikan presentasi secara singkat dan terarah. Materi yang terlalu panjang dapat membuat calon pelanggan kehilangan fokus.
Presentasi sebaiknya menyesuaikan kebutuhan audiens. Presentasi kepada pemilik usaha tentu dapat berbeda dengan presentasi kepada tim teknis atau bagian pengadaan.
6. Membuat Penawaran Harga
Setelah calon pelanggan menunjukkan minat, Sales Executive biasanya menyiapkan proposal atau penawaran harga.
Dokumen penawaran dapat memuat:
- Nama produk atau layanan
- Jumlah pesanan
- Harga satuan
- Total biaya
- Diskon
- Metode pembayaran
- Waktu pengerjaan
- Jadwal pengiriman
- Masa berlaku penawaran
- Ketentuan kerja sama
Sales Executive perlu memastikan semua informasi sudah benar sebelum mengirimkan penawaran.
Kesalahan harga, jumlah produk, atau ketentuan pembayaran dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan dan pelanggan.
7. Melakukan Follow-Up
Calon pelanggan jarang langsung membeli setelah menerima penawaran pertama. Karena itu, Sales Executive perlu melakukan follow-up.
Follow-up dapat dilakukan untuk:
- Memastikan pelanggan menerima penawaran
- Menjawab pertanyaan tambahan
- Mengetahui perkembangan keputusan
- Mengatasi keberatan pelanggan
- Menjadwalkan pertemuan lanjutan
- Mengingatkan masa berlaku harga
Sales Executive harus melakukan follow-up secara konsisten, tetapi tidak berlebihan.
Follow-up yang terlalu sering dapat membuat calon pelanggan merasa terganggu. Sebaliknya, follow-up yang terlalu lama dapat membuat prospek memilih kompetitor.
8. Melakukan Negosiasi
Negosiasi menjadi bagian umum dalam pekerjaan Sales Executive.
Calon pelanggan dapat meminta beberapa penyesuaian, seperti:
- Potongan harga
- Tambahan fasilitas
- Perubahan paket
- Perpanjangan waktu pembayaran
- Percepatan pengiriman
- Perubahan jadwal
- Penyesuaian kontrak
Sales Executive harus mencari kesepakatan yang tetap menguntungkan perusahaan dan pelanggan.
Mereka tidak boleh memberikan diskon atau fasilitas di luar kewenangannya. Jika diperlukan, Sales Executive perlu meminta persetujuan atasan.
Negosiasi tidak selalu harus berakhir dengan menurunkan harga. Sales Executive dapat menawarkan paket lain, metode pembayaran berbeda, atau tambahan manfaat yang masih sesuai dengan kebijakan perusahaan.
9. Menangani Keberatan Pelanggan
Calon pelanggan dapat menyampaikan berbagai keberatan sebelum membeli.
Beberapa keberatan yang sering muncul antara lain:
- Harga terlalu mahal
- Belum membutuhkan produk
- Masih membandingkan dengan kompetitor
- Perlu persetujuan atasan
- Belum percaya dengan perusahaan
- Waktu pembelian belum tepat
Sales Executive perlu mendengarkan keberatan tersebut dengan tenang.
Setelah mengetahui alasan utama pelanggan, Sales Executive dapat memberikan penjelasan atau alternatif yang relevan.
Mereka tidak perlu memaksa pelanggan. Tujuannya adalah membantu pelanggan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas.
10. Menutup Penjualan
Closing terjadi ketika calon pelanggan setuju membeli produk atau menggunakan layanan.
Pada tahap ini, Sales Executive memastikan beberapa hal, seperti:
- Produk yang dipilih
- Jumlah pesanan
- Harga akhir
- Metode pembayaran
- Jadwal pengiriman
- Data pelanggan
- Ketentuan kerja sama
Sales Executive juga dapat membantu pelanggan mengisi formulir, menandatangani kontrak, atau melakukan pembayaran awal.
Meskipun transaksi sudah terjadi, pekerjaan Sales Executive belum selesai. Mereka tetap perlu memastikan proses berikutnya berjalan sesuai kesepakatan.
11. Mencapai Target Penjualan
Perusahaan biasanya memberikan target kepada setiap Sales Executive.
Target tersebut dapat berupa:
- Nilai omzet
- Jumlah transaksi
- Jumlah pelanggan baru
- Jumlah produk terjual
- Jumlah kontrak
- Jumlah pertemuan
- Persentase konversi
Sales Executive perlu menyusun strategi agar target dapat tercapai.
Mereka dapat membagi target bulanan menjadi target mingguan dan harian. Cara ini membantu Sales Executive memantau progres penjualan dengan lebih mudah.
Namun, mengejar target tidak boleh membuat Sales Executive memberikan informasi yang menyesatkan. Kejujuran tetap penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
12. Menjaga Hubungan dengan Pelanggan
Sales Executive juga bertugas menjaga hubungan dengan pelanggan yang sudah melakukan transaksi.
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
- Menanyakan kepuasan pelanggan
- Membantu menyelesaikan kendala
- Menginformasikan produk baru
- Menawarkan perpanjangan layanan
- Memberikan informasi promo
- Menawarkan produk tambahan
- Meminta rekomendasi pelanggan
Hubungan yang baik dapat meningkatkan peluang repeat order.
Pelanggan yang puas juga dapat merekomendasikan produk kepada teman, keluarga, atau rekan bisnisnya.
13. Memperbarui Data Pelanggan
Sales Executive perlu mencatat seluruh aktivitas penjualan secara teratur.
Data yang dicatat dapat berupa:
- Nama calon pelanggan
- Nomor kontak
- Nama perusahaan
- Kebutuhan pelanggan
- Riwayat komunikasi
- Penawaran yang dikirim
- Hasil follow-up
- Status transaksi
- Jadwal pertemuan berikutnya
Perusahaan biasanya menggunakan CRM atau spreadsheet untuk menyimpan data tersebut.
Data yang rapi membantu Sales Executive memantau setiap prospek dan mencegah calon pelanggan terlewat.
14. Membuat Laporan Penjualan
Sales Executive biasanya membuat laporan harian, mingguan, atau bulanan.
Laporan penjualan dapat berisi:
- Jumlah calon pelanggan yang dihubungi
- Jumlah meeting
- Jumlah penawaran yang dikirim
- Hasil follow-up
- Jumlah transaksi
- Nilai penjualan
- Kendala yang dihadapi
- Rencana aktivitas berikutnya
Perusahaan menggunakan laporan tersebut untuk mengevaluasi performa tim sales.
Sales Executive juga dapat melihat aktivitas mana yang memberikan hasil terbaik. Sebagai contoh, mereka dapat membandingkan jumlah transaksi dari referensi pelanggan, media sosial, telepon, atau kunjungan langsung.
15. Berkoordinasi dengan Tim Lain
Sales Executive tidak bekerja sendirian. Mereka perlu berkoordinasi dengan berbagai divisi, seperti:
- Marketing
- Administrasi
- Keuangan
- Operasional
- Gudang
- Pengiriman
- Customer service
- Tim produk
Sebagai contoh, Sales Executive perlu memastikan stok produk tersedia sebelum memberikan janji pengiriman kepada pelanggan.
Mereka juga perlu berkoordinasi dengan tim keuangan mengenai pembayaran dan dengan tim operasional mengenai pelaksanaan layanan.
Koordinasi yang baik membantu perusahaan memberikan pelayanan yang konsisten.
Aktivitas Harian Sales Executive
Rutinitas Sales Executive dapat berbeda tergantung bidang usaha dan sistem kerja perusahaan.
Namun, aktivitas hariannya umumnya meliputi:
- Memeriksa daftar prospek
- Menghubungi calon pelanggan
- Membalas pesan dan email
- Melakukan follow-up
- Menjadwalkan pertemuan
- Melakukan presentasi
- Menyiapkan penawaran harga
- Memperbarui data pelanggan
- Berkoordinasi dengan tim internal
- Membuat laporan penjualan
Sales Executive lapangan akan lebih sering mengunjungi kantor, toko, proyek, atau lokasi usaha calon pelanggan.
Sementara itu, Sales Executive yang bekerja secara online lebih banyak menggunakan telepon, email, WhatsApp, CRM, dan aplikasi video conference.
Tanggung Jawab Sales Executive
Tugas dan tanggung jawab memiliki arti yang sedikit berbeda.
Tugas menjelaskan aktivitas yang perlu dilakukan. Sementara itu, tanggung jawab berhubungan dengan hasil dan kualitas pekerjaan.
Beberapa tanggung jawab Sales Executive meliputi:
- Mencapai target penjualan
- Memberikan informasi produk secara benar
- Menjaga nama baik perusahaan
- Mengelola data pelanggan
- Menjalankan proses penjualan sesuai prosedur
- Menjaga hubungan dengan pelanggan
- Membuat laporan yang akurat
- Menyampaikan keluhan pelanggan kepada tim terkait
- Memastikan transaksi berjalan lancar
- Menjaga kerahasiaan data pelanggan
Sales Executive juga bertanggung jawab menghindari janji yang tidak dapat dipenuhi perusahaan.
Skill yang Harus Dimiliki Sales Executive
Pekerjaan Sales Executive membutuhkan kombinasi antara kemampuan komunikasi, strategi, dan ketekunan.
Kemampuan Komunikasi
Sales Executive harus mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan mudah dipahami.
Kemampuan komunikasi bukan hanya soal berbicara. Sales Executive juga perlu mendengarkan pelanggan dengan baik.
Kemampuan Negosiasi
Kemampuan negosiasi membantu Sales Executive mencapai kesepakatan tanpa merugikan salah satu pihak.
Sales Executive perlu memahami cara menjawab keberatan, menawarkan alternatif, dan menjelaskan nilai produk.
Pemahaman Produk
Sales Executive harus memahami produk secara menyeluruh, mulai dari fungsi, manfaat, harga, cara penggunaan, hingga keterbatasannya.
Pemahaman produk membantu Sales Executive menjawab pertanyaan pelanggan dengan percaya diri.
Kemampuan Presentasi
Sales Executive sering menjelaskan produk kepada satu orang atau sekelompok calon pelanggan.
Karena itu, kemampuan menyusun dan menyampaikan presentasi menjadi nilai tambah.
Manajemen Waktu
Sales Executive memiliki banyak aktivitas dalam satu hari.
Mereka perlu membagi waktu antara mencari prospek, melakukan follow-up, menghadiri meeting, dan membuat laporan.
Kemampuan Menghadapi Penolakan
Penolakan menjadi bagian normal dari pekerjaan sales.
Sales Executive perlu tetap tenang, mengevaluasi penyebab penolakan, dan melanjutkan pendekatan kepada prospek lain.
Kemampuan Membangun Relasi
Pelanggan cenderung membeli dari orang atau perusahaan yang mereka percaya.
Karena itu, Sales Executive perlu membangun hubungan yang baik tanpa bersikap terlalu memaksa.
Kemampuan Menggunakan Teknologi
Sales Executive sebaiknya mampu menggunakan beberapa perangkat digital, seperti:
- CRM
- Spreadsheet
- WhatsApp Business
- Aplikasi presentasi
- Aplikasi video conference
- Sistem administrasi penjualan
Teknologi membantu Sales Executive mengelola data dan aktivitas penjualan dengan lebih rapi.
Target dan KPI Sales Executive
Perusahaan menggunakan Key Performance Indicator atau KPI untuk mengukur performa Sales Executive.
Berikut beberapa KPI yang umum digunakan:
| KPI | Penjelasan |
|---|---|
| Nilai penjualan | Total omzet yang berhasil diperoleh |
| Jumlah pelanggan baru | Total pelanggan yang melakukan transaksi pertama |
| Jumlah transaksi | Banyaknya transaksi dalam periode tertentu |
| Conversion rate | Persentase prospek yang berubah menjadi pelanggan |
| Jumlah follow-up | Total aktivitas tindak lanjut kepada prospek |
| Jumlah meeting | Pertemuan dengan calon pelanggan |
| Repeat order | Pembelian ulang dari pelanggan lama |
| Average deal size | Rata-rata nilai setiap transaksi |
| Sales cycle | Waktu dari kontak awal sampai transaksi |
Setiap perusahaan dapat menetapkan KPI yang berbeda.
Perusahaan B2B biasanya lebih memperhatikan nilai kontrak dan durasi proses penjualan. Sementara itu, perusahaan retail lebih sering berfokus pada jumlah transaksi dan total produk yang terjual.
Perbedaan Sales Executive dan Marketing
Sales Executive dan marketing sama-sama membantu perusahaan meningkatkan pendapatan. Namun, keduanya memiliki fokus yang berbeda.
Tim marketing bertugas menarik perhatian pasar dan mendatangkan calon pelanggan.
Aktivitas marketing dapat berupa:
- Menjalankan iklan
- Membuat konten
- Mengelola media sosial
- Menyelenggarakan promosi
- Melakukan riset pasar
- Membangun merek
Sales Executive lebih fokus mengubah calon pelanggan menjadi pembeli.
Mereka menghubungi prospek, menggali kebutuhan, memberikan presentasi, melakukan negosiasi, dan menutup penjualan.
Secara sederhana, marketing membantu mendatangkan prospek, sedangkan sales membantu mengubah prospek menjadi transaksi.
Baca juga : Perbedaan Tugas Marketing Executive dengan Marketing Manager
Perbedaan Sales Executive dan Sales Representative
Sales Executive dan Sales Representative sering memiliki tugas yang hampir sama.
Di beberapa perusahaan, Sales Representative lebih fokus melakukan penjualan langsung di wilayah tertentu. Mereka dapat mengunjungi toko, distributor, atau pelanggan secara rutin.
Sales Executive biasanya memiliki tanggung jawab lebih luas, seperti membuat proposal, mengelola pelanggan, dan melakukan negosiasi.
Namun, setiap perusahaan dapat menggunakan nama jabatan yang berbeda. Karena itu, pencari kerja sebaiknya membaca deskripsi lowongan secara lengkap dan tidak hanya melihat nama posisinya.
Kualifikasi Sales Executive
Persyaratan Sales Executive dapat berbeda di setiap perusahaan.
Namun, beberapa kualifikasi yang sering muncul dalam lowongan kerja antara lain:
- Pendidikan minimal SMA, diploma, atau sarjana
- Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
- Mampu bekerja dengan target
- Percaya diri melakukan presentasi
- Memiliki kemampuan negosiasi
- Mampu menggunakan komputer
- Bersedia melakukan kunjungan lapangan
- Memiliki pengalaman di bidang penjualan
- Memiliki kendaraan pribadi untuk posisi tertentu
- Memiliki SIM aktif
- Memahami produk atau industri terkait
Banyak perusahaan juga membuka posisi Sales Executive untuk fresh graduate.
Fresh graduate dapat menonjolkan pengalaman organisasi, kemampuan presentasi, kemampuan komunikasi, dan kemauan belajar.
Jenjang Karier Sales Executive
Sales Executive memiliki peluang jenjang karier yang cukup luas.
Urutan kariernya dapat berkembang menjadi:
Junior Sales Executive → Sales Executive → Senior Sales Executive → Sales Supervisor → Sales Manager → Head of Sales
Sales Executive juga dapat berkembang ke posisi lain, seperti:
- Account Executive
- Account Manager
- Key Account Manager
- Business Development Executive
- Business Development Manager
- Area Sales Manager
Kenaikan posisi biasanya mempertimbangkan pencapaian target, konsistensi performa, pengalaman, dan kemampuan memimpin tim.
Selain gaji pokok, Sales Executive juga berpeluang mendapatkan komisi, bonus, atau insentif berdasarkan hasil penjualan.
Kelebihan Menjadi Sales Executive
Pekerjaan Sales Executive memiliki beberapa kelebihan.
Peluang Mendapatkan Insentif
Banyak perusahaan memberikan komisi berdasarkan hasil penjualan. Semakin tinggi pencapaian, semakin besar peluang mendapatkan penghasilan tambahan.
Memiliki Jaringan Luas
Sales Executive bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang. Jaringan tersebut dapat membantu perkembangan karier maupun bisnis.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Interaksi dengan pelanggan membantu Sales Executive meningkatkan kemampuan berbicara, mendengarkan, presentasi, dan negosiasi.
Memahami Dunia Bisnis
Pekerjaan sales memberikan pengalaman langsung mengenai pelanggan, harga, kompetitor, dan cara perusahaan menghasilkan pendapatan.
Memiliki Jenjang Karier
Sales Executive yang konsisten mencapai target memiliki peluang menjadi supervisor, manajer, atau kepala penjualan.
Tantangan Menjadi Sales Executive
Selain memiliki kelebihan, pekerjaan ini juga memiliki beberapa tantangan.
Tekanan Target
Sales Executive harus mencapai target dalam periode tertentu. Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan ketika hasil penjualan belum sesuai rencana.
Sering Menghadapi Penolakan
Tidak semua calon pelanggan akan membeli. Sales Executive perlu memiliki mental yang kuat agar tidak mudah menyerah.
Persaingan yang Tinggi
Banyak perusahaan menawarkan produk serupa. Sales Executive perlu memahami keunggulan produknya agar dapat bersaing.
Jadwal yang Dinamis
Pertemuan dengan pelanggan dapat terjadi di luar jadwal kantor. Beberapa posisi juga mengharuskan perjalanan ke berbagai lokasi.
Pendapatan Dapat Berubah
Pada perusahaan yang memberikan porsi komisi cukup besar, pendapatan Sales Executive dapat berubah sesuai hasil penjualan.
Contoh Job Desk Sales Executive untuk Lowongan Kerja
Berikut contoh job desk Sales Executive yang dapat digunakan sebagai referensi lowongan kerja.
Tugas dan Tanggung Jawab:
- Mencari dan menghubungi calon pelanggan baru
- Menjelaskan produk atau layanan perusahaan
- Menggali kebutuhan calon pelanggan
- Melakukan presentasi dan negosiasi
- Membuat penawaran harga
- Melakukan follow-up secara berkala
- Mencapai target penjualan
- Menjaga hubungan baik dengan pelanggan
- Mengelola data prospek dan pelanggan
- Membuat laporan aktivitas penjualan
- Berkoordinasi dengan tim marketing dan operasional
- Mengikuti perkembangan pasar dan kompetitor
Kualifikasi:
- Memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi yang baik
- Mampu bekerja dengan target
- Percaya diri bertemu calon pelanggan
- Mampu bekerja secara individu maupun tim
- Memiliki pengalaman di bidang sales menjadi nilai tambah
- Mampu menggunakan komputer dan aplikasi komunikasi
- Bersedia melakukan kunjungan lapangan jika diperlukan
Apakah Pekerjaan Sales Executive Cocok untuk Saya?
Pekerjaan Sales Executive cocok untuk orang yang senang berkomunikasi, bertemu orang baru, dan menghadapi tantangan.
Posisi ini juga cocok bagi seseorang yang tidak mudah menyerah dan siap bekerja dengan target.
Namun, kamu tidak harus langsung memiliki kemampuan sales yang sempurna. Kemampuan komunikasi, presentasi, negosiasi, dan follow-up dapat berkembang melalui latihan dan pengalaman.
Menurut saya, hal terpenting dalam pekerjaan Sales Executive bukan sekadar pintar menawarkan produk. Sales Executive perlu memahami kebutuhan pelanggan, memberikan informasi secara jujur, dan menawarkan solusi yang benar-benar relevan.
Dengan cara tersebut, Sales Executive tidak hanya mengejar transaksi, tetapi juga membangun kepercayaan yang bermanfaat bagi pelanggan dan perusahaan.




