Kontrak Kerja
image via checkinjakarta.id

Ini Tanda Kontrak Kerjamu Akan Diperpanjang Atau Tidak

RuangPegawai.com – Saat awal memasuki dunia kerja, tentu merupakan sebuah hal baru terutama bagi Anda yang bergabung di sebuah perusahaan atau instansi. Namun demikian, jangan terburu-buru untuk senang bahwa Anda pasti diterima di perusahaan tersebut.

Setiap perusahaan memiliki aturan-aturan tertentu yang bertujuan untuk mengikat dan menjaga kualitas kerja karyawannya. Perusahaan tentu saja tidak mau rugi dengan menggaji karyawannya yang ternyata memiliki kualitas kerja di bawah rata-rata.

Ada banyak cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh jaminan bahwa perusahaan telah memilih karyawan yang tepat untuk bergabung bersama mereka. Beberapa perusahaan memilih untuk memberikan kontrak kerja dalam waktu tertentu di awal karyawan bergabung. Kemudian di akhir kontrak akan ada evaluasi untuk menentukan karyawan tersebut putus kontrak ataukah diangkat menjadi karyawan tetap.

Selain itu, ada juga perusahaan yang meminta jaminan kepada karyawan terkait seperti menahan ijazah atau berupa uang finalty jika karyawan tidak menjalankan kesepakatan kontrak kerja perusahaan.

Kabar baiknya adalah karyawan tidak perlu kahwatir jika harus mengalami putus kontrak. Mengapa?

Karena semua tahapan ada prosedur dan tanda-tanda jika memang seorang karyawan harus mengalami perubahan status. Terlepas dari tanda-tanda yang akan dibahas dalam artikel ini, tentu saja sebagai seorang karyawan sebaiknya bekerja seprofesional mungkin dan memberikan hasil kerja yang terbaik.

Baca juga: Ketika Kontrak Kerja Sudah Habis, Pilih Diperpanjang Atau Tidak?

Oke, kembali kita membahas tanda-tanda apakah kontrak kerja Anda akan diperpanjang atau tidak. Berikut merupakan tanda-tanda tersebut.

1.Tugas Anda semakin berkurang

Tugas Kerja

image via citacinta.co.id

Pada saat keinginan untuk beristirahat cukup besar, tugas yang berkurang tentu akan membuat kita senang. Namun berbeda jika tiba-tiba tugas Anda semakin berkurang setelah Anda melakukan kesalahan. Tentu saja hal ini akan memberikan pratanda khusus terhadap kinerja Anda. Jika Anda mengalami hal ini, maka sebaiknya mulailah untuk mengambil sikap. Jika memang masih ingin bekerja, segera perbaiki kinerja Anda. Namun jika ada keinginan untuk berpindah, maka mulailah mencari tempat baru namun tetap jaga kualitas kerja Anda. Lakukan pengunduran diri dengan cara yang elegan. (baca juga: Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan Resign)

2.Sering mendapatkan teguran dari atasan

Teguran dari Atasan

image via glitzmedia.co

Melakukan kesalahan di tempat kerja merupakan hal wajar, asalkan Anda segera sadar dan melakukan perbaikan kerja. Sesekali mendapatkan teguran merupakan hal wajar, itu tanda atasan Anda masih peduli dengan kualitas kerja Anda. Namun jika terlalu sering mendapatkan teguran, tentu saja Anda harus mulai waspada. Mulai melakukan evaluasi terhadap kinerja diri sendiri, dan melakukan perbaikan. Sesekali mintalah masukan dari orang sekitarmu dan juga atasanmu, jangan sampai banyak teguran tersebut berubah menjadi terhenti dan berubah menjadi surat peringatan bahkan surat PHK.

3.Kinerja Anda mulai jadi bahan untuk bergosip oleh rekan kerja

Gosip Rekan Kerja

image via businessnewsdaily.com

Sedia payung sebelum hujan, peribahasa yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Pastinya dalam lingkungan kerja, Anda juga melakukan sosialisasi. Tidak jarang juga selama proses tersebut rekan Anda saling membicarakan rekan yang lain. Dan ketika Anda mulai mendengar mereka membicarakan kinerja Anda tanpa sepengetahuan Anda, ada baiknya untuk waspada dan segera memperbaiki kualitas kerja. Minta masukan kepada pihak-pihak terkait sehingga Anda memiliki cukup referensi harus melakukan apa saja.

4.Atasan menanyakan rencana karir Anda secara langsung

Ditanya Atasan

image via kerjayuk.com

Ada banyak macam tipe atasan. Mulai dari yang cuek, sangat peduli, cukup peduli, bahkan yang ditaktor. Namun dibalik itu semua, atasan memiliki tindak tanduk tersendiri ketika sedang merencanakan sesuatu. Salah satunya adalah memanggil anak buahnya dan menanyakan rencana karir yang ingin dicapai nantinya. Tentu saja Anda harus berhati-hati dalam menjawab jika atasan mulai menanyakan hal tersebut. Anda dapat terlihat ambisius, memiliki motivasi kerja tinggi, atau malah cenderung pasrah.

5.Situasi presentasi evaluasi yang menegangkan

Presentasi Gagal

image via http://life.ma/

Pada poin ke lima ini memang bukan menjadi sebuah tolak ukur yang mutlak. Namun seringkali terlihat perbedaannya saat melakukan presentasi evaluasi hasil kerja. Misalkan saja karyawan A, dia sangat memahami tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu Ia mampu menjelaskan pencapaian apa saja yang telah diraih. Didukung dengan kemampuannya dalam memberikan penjelasan kepada penguji membuat situasi tetap tenang.

Namun hal ini berbeda dengan karyawan B yang melakukan presentasi apa adanya, kurang bisa menampilkan data terkait dan menjelaskan pencapaian yang telah diraih. Ditambah dengan ketidakmampuannya menjelaskan pertanyaan yang diberikan oleh penguji. Tentu saja hal demikian menyebabkan situasi presentasi menegangkan. Jika Anda mengalami hal seperti karyawan B, maka siapkan mental Anda apapun hasil akhir yang akan diperoleh.

Well, tanda-tanda tersebut hanyalah rambu-rambu penting yang harus Anda perhatikan agar tidak kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba. Lakukan persiapan dan perbaikan kerja. Jika memang Anda telah memilih untuk melepas tempat kerja Anda saat ini, lakukanlah dengan cara yang elegan, sehingga tidak ada catatan buruk di keterangan kerja Anda. Tetap tampilkan performa yang optimal.

Miftha Karima

Perempuan biasa, memiliki background Psikologi. Menyukai hal-hal terkait dengan pengembangan diri, training, HRD, karywan, dan sharing ilmu

Website - Twitter - Facebook

You may also like...