Pegawai Negeri vs Pegawai Swasta

Plus Minus Pegawai Negeri dan Pegawai Swasta!

RuangPegawai.com – Artikel kali ini hanya ingin sekedar mengupas kelebihan dan kekurangan antara Pegawai Negeri dengan Pegawai Swasta saja. Tidak ada maksud untuk memihak pekerjaan mana yang lebih bagus. Jadi, sebelum membaca artikel lebih jauh, persiapkan pikiran kita untuk lebih terbuka.

Karena saat ini saya melihat banyak orang yang menganggap pekerjaan ini yang paling bagus dan itu tidak. Sehingga pada akhirnya banyak juga orang yang terjebak pada pemikiran-pemikiran sempit itu tanpa mau membandingkannya secara adil.

Pegawai Negeri itu…

Pegawai Negeri Sipil

Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) via setkab.go.id

Dari sekian banyak pilihan pekerjaan, mayoritas masyarakat di Indonesia masih memilih untuk Pegawai Negeri sebagai pilihan pekerjaan utamanya. Alasannya pun bermacam-macam, ada yang karena ingin mendapatkan pendapatan tetap, terjamin hidupnya (gaji tetap tiap bulan), jenjang karier yang jelas, dan macam-macam.

Sumber keinginannya pun juga bervariatif, ada yang memang keinginan sendiri dan banyak juga yang disuruh oleh orang tua. Apalagi jika kedua orang tua adalah seorang PNS.

Jumlah PNS

Sebagai informasi saja, menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah PNS di Indonesia per 2014 saja sudah 4,4 juta orang. Dengan jumlah sekian juta ini tentunya anggaran untuk gaji pegawai negeri semakin tinggi. Tak heran jika ada wacana pemerintah untuk memangkas jumlah pegawai negeri agar lebih efektif dan efisien.

Tapi coba kita lihat dulu apa saja kelebihannya menjadi Pegawai Negeri.

  • Gaji Tetap & Jelas. Pegawai negeri tidak perlu khawatir bulan depan dapat penghasilan atau tidak, karena memang setiap bulan tetap mendapatkan gaji yang sama dan jelas nominalnya.
  • Dapat Tunjangan Hari Tua (Dana Pensiun). Ketika sudah tidak bekerja, maka tetap akan mendapatkan penghasilan dari dana pensiun.
  • Waktu Luang Banyak. Beberapa pegawai negeri memiliki jam kerja selama 5 hari dalam seminggu dan bahkan per hari tidak sampai 8 jam kerja, misalnya saja guru.
  • Pengabdian Untuk Negara. Pegawai negeri adalah pelayan masyarakat. Karena mayoritas job desc PNS berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Sehingga ini menjadi kepuasan tersendiri bekerja sebagai Pegawai negeri.
  • Jenjang Karier Jelas. Menjadi pegawai negeri juga jelas jenjang kariernya. Selain itu prosesnya juga mudah. Sudah ada aturan kenaikan pangkat PNS.

Itu beberapa kelebihan menjadi Pegawai Negeri. Tapi tetap saja Pegawai Negeri punya kekurangannya, dan berikut ini beberapa kekurangan Pegawai Negeri.

  • Tidak Bisa Negosiasi Gaji. Meski gaji tetap tiap bulannya, tapi seorang pegawai negeri tidak bisa menegosiasikan gajinya sesuai dengan kinerja atau skill yang dimiliki. Karena gaji yang didapatkan sudah digolongkan sesuai dengan golongannya.
  • Terikat Birokrasi. Sistem birokrasi yang ada di negara ini kadang tidak sesuai dengan pribadi Anda. Sehingga itu kadang menyulitkan Anda untuk bisa berkembang bekerja di ranah pemerintahan. Karena semuanya sudah diatur oleh pemerintah.
  • Gaji Pas-Pasan. Selain tidak bisa negosiasi, besaran gaji yang didapatkan juga tidak terlalu besar. Banyak yang mengatakan kalau ingin kaya jangan jadi PNS. Karena besaran gaji PNS di Indonesia hampir sama, yang membedakan hanyalah masalah insentif dan tunjangan saja.
  • Sulit Untuk Berkembang. Ini kaitannya dengan birokrasi tadi, setiap PNS memang harus taat pada aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kalaupun seorang pegawai negeri punya ide-ide bagus untuk bidang pekerjaannya, itu pun tidak bisa dengan cepat teralisasikan. Karena harus dipertimbangkan dengan berbagai aturan dan elemen yang ada.

Pegawai Swasta itu…

Pegawai Swasta

Ilustrasi Pegawai Swasta via motzter.com

Ada orang yang memang ingin memutuskan untuk menjadi pegawai swasta sejak awal, tapi ada pula yang menjadikan sebagai pelampiasan karena tidak diterima menjadi pegawai negeri atau sekedar mengisi waktu sambil menunggu dibukanya CPNS.

Meski sebagian ada yang memandang rendah pegawai swasta, tapi tak sedikit juga yang bangga bekerja di perusahaan swasta. Apa saja yang membuat bangga itu?

  • Gaji Lebih Besar. Tidak seperti menjadi pegawai negeri yang masalah gaji sudah dikategorikan oleh Pemerintah, menjadi pegawai swasta Anda bebas bernegosiasi gaji sesuai dengan kinerja dan kemampuan yang Anda miliki. Anda pun bisa mendapatkan gaji yang 3x lebih tinggi dibanding pegawai negeri meskipun kondisi masih sama-sama fresh graduate.
  • Mudah Mengembangkan Diri. Karena kebijakan kerja dari perusahaan dan setiap perusahaan ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, maka pegawai pun diberi kebebasan. Tapi bebas yang sesuai koridor SOP yang ada. Kebebasan berkarya inilah yang membuat pegawai menjadi cepat berkembang baik dari sisi soft skill maupun hard skill.
  • Lebih Giat Bekerja. Jika pegawai swasta sehari saja tidak bekerja mungkin akan berpengaruh pada gajinya pada bulan itu. Alhasil para pegawai swasta akan lebih fokus dan giat bekerja. Tidak suka menyia-nyiakan waktu. Tak jarang pula ada yang justru bangga jika mendapatkan jatah lembur, karena akan mendapatkan tambahan uang.
  • Cepat Naik Pangkat. Meskipun pegawai negeri menawarkan jenjang karir yang jelas tapi tidaklah mudah untuk bisa naik kelas. Pasalnya harus memenuhi berbagai prosedur yang ada. Jika di Pegawai swasta jenjang karir mungkin berbeda-beda tiap perusahaan dan bidang pekerjaan, tapi jika seorang pegawai swasta mampu memberikan kinerja yang positif dan progresif, biasanya akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.

Lalu apa sisi minusnya Pegawai Swasta?

  • Tidak Ada Dana Pensiun. Ya, ketika pegawai swasta tidak lagi bekerja maka seketika itu juga sudah tak terikat dengan perusahaan dimana ia bekerja, sehingga tidak akan mendapatkan penghasilan meskipun sudah memasuki masa pensiun.
  • Jam Kerja Tidak Tentu. Meskipun sudah ada batasan jam kerja yakni 8 jam per hari, tapi kadang ada saja jam lembur. Meskipun demikian jam lembur ini kadang menjadi sisi positif juga karena bakal mendapatkan gaji tambahan.
  • Adanya PHK. Di lingkup pegawai swasta persaingan lebih tinggi sehingga sangat peluang tergantikan dengan pegawai lain bisa datang kapan saja. Belum lagi jika kondisi perusahaan sedang lesu, bisa-bisa pegawai kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Jadi setelah melihat plus minus antara Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Swasta di atas Anda ingin memilih menjadi pegawai apa?

Kesimpulannya adalah…

Yang jelas Anda tak perlu memilih. Karena sejatinya keduanya tidak ada yang buruk, semua itu baik untuk Anda. Mau bekerja sebagai Pegawai Negeri silahkan, Pegawai Swasta silahkan. Yang salah itu adalah jika tidak bisa bekerja dengan baik. Misalnya sudah diberikan kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan tapi ketika bekerja malah seenaknya sendiri, tidak tanggung jawab, dan tidak jujur.

Buat apa sudah bekerja diposisi yang tinggi, gaji besar, tapi melakukan korupsi. Itu contoh saja…

Untuk itu melalui artikel ini saya ingin berpesan untuk semuanya, janganlah memandang remeh orang dari pekerjaannya, baik itu mereka yang bekerja sebagai Pegawai Negeri maupun Swasta. Karena kita tidak tahu apa yang sudah mereka kerjakan di sana.

Daripada sibuk menyalahkan pekerjaan orang lain, lebih baik kita fokus memperbaiki diri dan bekerja lebih baik lagi. Syukur-syukur nantinya kita dapat menjadi contoh bagi rekan-rekan yang bekerja sebagai Pegawai Negeri maupun Pegawai Swasta.

Informasi plus minus ini hanya sekedar mengingatkan kita semua, bahwa setiap pekerjaan itu ada sisi positif dan negatifnya. Sekarang tinggal bagaimana kita mensyukuri pekerjaan yang telah diberikan-Nya ini dengan penuh tanggung jawab.

Sukses untuk rekan-rekan pegawai semua!

S Adi Firmansyah

S Adi Firmansyah

Creative Blogger. Ingin sharing pengalaman profesi kerja kamu? Bisa dikirimkan sekarang juga di sini Kirim Artikel Sekarang!

Website - - Twitter - Facebook - LinkedIn - IG

You may also like...

  • Tomi Purba

    Tambahan om, Guru meskipun hari kerjanya kurang dari 8 jam tapi mereka ttp sama seperti PNS lainnya yaitu 40 jam / minggu. Asumsinya klo PNS biasa kan 5 hari kerja 8 jam /hari.

    • virmansyah

      Terima kasih atas koreksinya. 🙂