Workers Block

Mungkin Karyawan Anda Terserang Workers Block?

RuangPegawai.com – Jika dalam dunia penulisan ada writers block, bisa jadi dalam dunia kerja ada istilah yang sama, workers block. 😀 . Walau job desc-nya sudah jelas, tetapi kebuntuan tidak bisa dihindari. Bisa jadi karena kondisinya yang kurang sehat, pikiran yang sedang kalut karena masalah yang dihadapinya, atau bisa jadi karena…. tidak menyukai sang bos!

Langsung memberinya punishment rasanya tidak adil, terlebih jika sebelumnya dia adalah karyawan yang bisa diandalkan. Namun, dibiarkan terus menerus dengan harapan dia akan kembali semangat seperti semula juga akan memperburuk keadaan.

Jika Anda adalah bosnya, bagaimana Anda menghadapi hal ini? Tentunya Anda harus tegas. Namun ingat, seorang Bos tidak hanya diperlukan sikap tegasnya, tetapi juga kewibawaan dan kebijakannya.

Jadi, mungkin ini yang perlu Anda lakukan:

1. Sebelum menjudge bahwa dia adalah pemalas.

Anda perlu melakukan pendekatan untuk lebih mengenal siapa sesungguhnya karyawan Anda itu. Jika Anda memanggilnya ke ruangan dan menegurnya, bisa jadi dia akan bertambah tidak menyukai Anda. Mungkin langkah pertama adalah muncul di ruangannya. Menyapa dan mengucapkan salam terlebih dulu, rasanya tidak akan menurunkan gengsi Anda. Malah mungkin dia merasa surprise dengan sapaaan pagi Anda.

2. Di kemunculan berikutnya, Anda bisa sambil mengecek pekerjaannya.

Katakan bahwa sebenarnya dia bisa lebih baik dari itu. Berilah kepercayaan kepadanya. Karyawan yang semula tidak menyukai Anda akan merasa surprise dengan hal ini.

3. Ceritakan bahwa ketika Anda masih menjadi karyawan, Anda juga pernah melakukan dan melewati hal yang sama sepertinya.

Sampaikan beberapa tips kepadanya agar dia bisa menghindari kesalahan yang sama. Sambil Selipkan juga pertanyaan apakah ada hal lain yang membuat pekerjaannya kurang memuaskan. Anda bisa membantu memberinya solusi.

4. Jika memang faktor workers block itu ditimbulkan karena dia tengah menghadapi masalah, mintalah untuk mengambil cuti.

Memaksanya terus bekerja juga akan sia-sia. Ini sekaligus membuat karyawan merasa diberi keluangan dan dia akan menghargai Anda.

5. Setelah muncul di ruangannya, Anda bisa mengajaknya berbincang di ruangan Anda.

Jelaskan tujuan dan misi perusahaan. Katakan bahwa Anda membutuhkan staf yang paham akan tujuan dan misi perusahaan. Katakan juga bahwa dia bisa menuangkan ide-ide dan keluhannya saat itu. Sebab berbincang berdua di ruangan Anda tentu berbeda dengan ketika Anda bertanya padanya saat di ruang miting.

6. Janjikan insentif.

Ini adalah “pompa semangat” dan berlaku tidak hanya untuknya tetapi untuk semua karyawan Anda. Ini untuk meningkatkan gairah kerja. Lalu sesekali ajaklah karyawan-karyawan Anda makan siang bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Atau ajaklah karyawan Anda berlibur bersama.

7. Selain intensif yang sama kepada setiap karyawan, berlakukan juga “piagam” prestasi, seperti ucapan selamat kepada karyawan berprestasi per 6 bulannya.

Pajang piagam itu di ruang yang terlihat. Karyawan merasa dihargai dan ini juga akan meningkatkan gairah kerja mereka.

Reni Erina

Reni Erina

Journalis PuanPertiwi Majalah, Founder & CEO Cokelatkopi Group

Website - Twitter - Facebook

You may also like...